Dark/Light Mode

Kementerian Kebudayaan Akan Bangun Rumah Proklamasi Jadi Museum Sejarah

Rabu, 5 Agustus 2026 16:18 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Dok. Ist
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Dok. Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kebudayaan berencana membangun Rumah Proklamasi yang akan difungsikan sebagai Museum Proklamasi. Museum tersebut disiapkan untuk memperkuat narasi sejarah sekaligus menjadi pusat edukasi mengenai peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan rancangan desain bangunan yang diharapkan menjadi ikon baru dalam memperingati sejarah kemerdekaan Indonesia.

"Jadi kita ingin membuat Rumah Proklamasi. Nanti Rumah Proklamasi ini akan menjadi Museum Proklamasi," ujar Fadli Zon kepada wartawan di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Fadli, museum tersebut akan menampilkan berbagai dokumentasi dan bukti autentik terkait peristiwa Proklamasi 17 Agustus 1945, termasuk foto-foto bersejarah karya Alex Mendur.

Baca juga : Fadli Zon Dan PANDI Luncurkan Lomba Menulis Dongeng Beraksara Nusantara

Ia menjelaskan, dokumentasi yang diabadikan Alex Mendur memiliki nilai sejarah yang sangat penting karena menjadi satu-satunya rekaman visual saat pembacaan Proklamasi Kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Fadli juga meluruskan pemahaman masyarakat mengenai rekaman suara Proklamasi yang selama ini beredar. Menurutnya, rekaman suara tersebut bukan direkam saat peristiwa berlangsung.

"Suara Proklamasi yang kita dengar sekarang bukan direkam pada saat peristiwa itu terjadi. Saat itu situasinya masih berada di bawah ancaman tentara Jepang dan kondisi sangat darurat. Bahkan pelaksanaan proklamasi nyaris digagalkan," jelasnya.

Selain membangun Museum Proklamasi, Kementerian Kebudayaan juga menyiapkan program besar produksi film sejarah nasional sebagai upaya memperkuat literasi sejarah masyarakat.

Baca juga : Bertemu Di Kertanegara, Bos FBI Serahkan Artefak Ke Prabowo

Program tersebut meliputi produksi film layar lebar, film pendek, hingga film dokumenter yang mengangkat berbagai peristiwa penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada periode 1945–1949.

Fadli menegaskan pemerintah akan memberikan dukungan penuh, mulai dari tahap produksi hingga pascaproduksi, agar film-film sejarah memiliki kualitas yang baik dan mampu menjangkau masyarakat luas.

"Kami akan mendukung proses produksi sampai pascaproduksi film-film sejarah yang mengangkat berbagai peristiwa penting dari tahun 1945 hingga 1949," katanya.

Sebagai tahap awal, pemerintah menargetkan memproduksi 10 film sejarah. Selain itu, sekitar 20 film pendek berdurasi sekitar 30 menit juga akan dibuat untuk mengangkat berbagai episode penting perjalanan bangsa, mulai dari masa menjelang Proklamasi hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Baca juga : Soal Mobil Golf, Hendri Satrio: Seskab Teddy dan Fadli Zon Sudah Berbagi Peran

Kementerian Kebudayaan juga akan menggandeng sejumlah stasiun televisi nasional dalam memproduksi film dokumenter sejarah agar konten sejarah yang akurat semakin mudah diakses masyarakat.

Menurut Fadli, seluruh program tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkenalkan kembali sejarah Indonesia, khususnya kepada generasi muda, sekaligus memperkuat pemahaman publik mengenai perjalanan bangsa dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.