Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Surat Haru Messi untuk Sang Ayah: Mengapa Tak Bertahan Sedikit Lebih Lama?
- Persik Bidik Trofi Internasional di Turnamen Pramusim Malaysia
- Marc Klok Rindu Persib, Siap Gabung di Bali
- Penyaluran KUR BRI Hingga Akhir Juni 2026 Capai Rp103,81 T Dukung Danantara
- Diperiksa KPK, Bebizie Sebut Hanya Jalani Profesi sebagai Penyanyi
Prof. Reda Manthovani: ABPEDNAS Jadi Rumah Besar BPD dan LPMK Kawal Program Desa
Kamis, 13 Agustus 2026 09:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (ABPEDNAS) diharapkan menjadi wadah bersama bagi BPD dan LPMK untuk menyatukan aspirasi sekaligus mengawal berbagai program pemerintah hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Hal tersebut disampaikan Prof. Reda Manthovani saat menghadiri pelantikan anggota ABPEDNAS di Provinsi Gorontalo, Rabu (12/8/2026).
Menurutnya, keberadaan ABPEDNAS penting untuk menyamakan persepsi sekaligus memperkuat suara BPD dan LPMK dalam menyampaikan berbagai kepentingan masyarakat kepada pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.
“Ini adalah pelantikan, jadi penyatuan untuk membuat ikatan antara anggota Badan Permusyawaratan Desa dan LPMK di Provinsi Gorontalo dalam satu rumah, satu wadah yaitu Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa dan LPMK Nasional,” ujar Prof. Reda.
Ia menegaskan, persatuan tersebut penting karena setiap desa dan kelurahan memiliki kepentingan serta persoalan yang berbeda.
Melalui ABPEDNAS, berbagai persoalan tersebut dapat dihimpun sehingga memiliki kekuatan lebih besar untuk disampaikan kepada pemerintah.
Baca juga : BRI Peduli Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Posyandu Matahari Desa Brilian
Salah satu fokus yang didorong adalah menekan potensi kriminalisasi yang melibatkan kepala desa maupun perangkat desa.
Menurut Prof. Reda, pengawasan yang baik diperlukan agar dana desa dapat digunakan sesuai kebutuhan dan peruntukannya.
“Pertama, kita ingin menurunkan tingkat terkriminalisasinya para oknum kepala desa atau perangkatnya supaya ke tingkat yang rendah. Supaya dana desa yang dilontarkan ini benar-benar dipergunakan sebagaimana mestinya, sesuai kebutuhan desa masing-masing,” jelasnya.
Selain mengawasi pengelolaan dana desa, anggota BPD diharapkan aktif memantau pelaksanaan berbagai program pemerintah di desa dan kelurahan.
Setiap kendala maupun persoalan yang ditemukan dapat dihimpun melalui ABPEDNAS untuk kemudian diteruskan kepada pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
Prof. Reda juga menilai, pendampingan dari aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan negeri, dapat membantu memastikan berbagai aspirasi dan persoalan di desa dan kelurahan tersampaikan kepada pihak yang berwenang.
Kawal Program Pemerintah hingga Desa
Baca juga : Hashim Lantik Srikandi Jaga Desa, Perkuat Peran Perempuan Bangun Desa
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Reda turut menyinggung dukungan ABPEDNAS terhadap program Asta Cita pemerintah. Ia menyebut sejumlah program kementerian yang menyasar masyarakat desa perlu dikawal agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
Program tersebut antara lain budidaya ikan tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Unit Usaha Ayam Petelur Bahagia, program air bersih berupa sumur bor dari Sucofindo, Program Indonesia Pintar, serta Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, anggota BPD dapat berperan dalam mendukung sekaligus mengawasi program-program tersebut agar berjalan sesuai tujuan. Selain itu, terdapat program ayam petelur yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk BUMN.
Hasil produksi telur nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat desa maupun disalurkan untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menurut Prof. Reda, ABPEDNAS memiliki peran untuk mengorkestrasi berbagai program pemerintah pusat agar dapat diterapkan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Ini kita menarik, mengorkestrasi program-program yang sudah direncanakan oleh pusat untuk sampai turun ke bawah,” katanya.
Baca juga : ABPEDNAS luncurkan Jaga Desa Podcast, Sherly Tjoanda Jadi Narasumber Pertama
Tak hanya sektor ekonomi dan ketahanan pangan, perhatian juga diarahkan pada bidang pendidikan. Program beasiswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga desa yang membutuhkan.
Prof. Reda mengapresiasi pelaksanaan program beasiswa di Gorontalo yang dinilainya sudah berjalan baik di tingkat perguruan tinggi.
Ia berharap, dukungan serupa dapat diperluas untuk pendidikan dasar dan menengah sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.
Dengan penguatan organisasi dan sinergi bersama pemerintah, ABPEDNAS diharapkan mampu menjadi jembatan antara masyarakat desa dan pemerintah.
Wadah tersebut juga diharapkan dapat memastikan berbagai program nasional benar-benar terlaksana dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga tingkat desa dan kelurahan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Adhitya Yusma Perdana, Tenaga Ahli JAMINTEL sekaligus Sekretaris Jenderal ABPEDNAS; Ketua Umum ABPEDNAS Indra Utama; Ketua Umum Srikandi Jaga Desa; tim kesekretariatan ABPEDNAS; serta Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Koperasi Jaga Desa Sejahtera.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya