Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemendikdasmen Kirim 50 Tenda Darurat Tangani Dampak Gempa Flores
Senin, 17 Agustus 2026 18:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Laut Flores yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.
Sebanyak 50 tenda ruang kelas darurat disiapkan untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran sekaligus memastikan keselamatan warga sekolah di wilayah terdampak.
Gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada sarana pendidikan di tujuh kabupaten di Pulau Flores, yakni Ngada, Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka.
Hingga 16 Agustus 2026, tercatat 253 satuan pendidikan terdampak. Jumlah tersebut terdiri atas 199 satuan pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, SMP, dan SKB yang menjadi kewenangan kabupaten serta 54 satuan pendidikan jenjang SMA/SMK/SLB yang menjadi kewenangan provinsi.
Data tersebut termasuk Ruang Kelas Baru hasil Revitalisasi 2026, seperti SDN Wae Wulan dan SDI Lengko Randang. Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) sebagai simpul penanganan bencana di lapangan masih terus melakukan pendataan dan penanganan kerusakan.
Kabupaten Manggarai tercatat sebagai wilayah dengan jumlah sekolah terdampak terbanyak, yakni 104 sekolah dari berbagai jenjang.
Selanjutnya Manggarai Timur 52 sekolah, Nagekeo 44 sekolah, Ende 39 sekolah, Ngada 35 sekolah, Sikka 27 sekolah, dan Manggarai Barat 23 sekolah.
Selain kerusakan bangunan, gempa juga menelan korban jiwa dari lingkungan satuan pendidikan. Tercatat tiga murid dan satu guru meninggal dunia.
Baca juga : Kunjungi Manggarai Timur, Mendagri Pastikan Percepatan Pemulihan Pascagempa
Dua murid dan satu guru berasal dari Kabupaten Manggarai Timur, sedangkan satu murid berasal dari Kabupaten Manggarai.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut.
Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur NTT untuk memastikan proses pendataan berjalan sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
“Keselamatan warga sekolah menjadi prioritas, dan proses pemulihan pendidikan akan kami kawal bersama pemerintah daerah hingga pembelajaran kembali berlangsung dengan aman dan nyaman,” jelas Abdul Mu’ti di Jakarta, Minggu (16/8/2026).
Sebagai respons cepat untuk menjaga keberlanjutan pembelajaran dengan tetap mengutamakan keselamatan warga sekolah, Kemendikdasmen menyiapkan 50 tenda Ruang Kelas Darurat yang dikirim melalui dua klaster ekspedisi.
Klaster pertama mengirim 30 tenda dari tempat penyimpanan di Jakarta dan Yogyakarta menuju Pelabuhan Labuan Bajo.
Pengiriman tersebut juga membawa 1.000 paket Family Kit, 200 paket School Kit umum, dan 2.000 paket School Kit SMA/SMK untuk mendukung kebutuhan warga sekolah di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.
Bantuan dijadwalkan berangkat dari Surabaya pada 20 Agustus 2026 menggunakan KM Dharma Rucitra 7 dan tiba di Labuan Bajo pada 22 Agustus 2026.
Baca juga : Usai Pimpin Upacara di Ende, Menteri Dody Langsung Tangani Gempa Nagekeo
Kemendikdasmen menargetkan pemasangan tenda dimulai pada 23 Agustus 2026. BGTK NTT akan menerima dan mengelola bantuan tersebut di Posko Kemendikdasmen yang berlokasi di Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manggarai Barat, Labuan Bajo.
Sementara itu, klaster kedua mengirim 20 tenda dari tempat penyimpanan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang menuju Pelabuhan Ende.
Bantuan ini diperuntukkan bagi sekolah di wilayah Ende, Ngada, Sikka, dan Nagekeo. Pengiriman menggunakan KM Dharma Rucitra 8 dari Surabaya pada 21 Agustus 2026.
BPMP NTT akan menerima bantuan di Posko Klaster 2 di SKB Ende sebagai titik transit logistik sebelum didistribusikan ke wilayah sasaran.
Tim Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) di bawah koordinasi Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) akan mengawal proses pengiriman, distribusi, hingga pemasangan tenda darurat di lapangan.
Kemendikdasmen juga mengarahkan satuan pendidikan untuk menghentikan sementara pembelajaran di ruang kelas yang rusak dan memindahkan kegiatan ke ruang aman atau tenda belajar.
Apabila kondisi daerah tidak memungkinkan, pembelajaran dapat diliburkan sementara. Selain itu, Kemendikdasmen menyiapkan dukungan psikososial melalui kerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI).
Layanan tersebut akan segera digerakkan setelah tim pendahuluan memberikan konfirmasi mengenai kondisi lapangan.
Baca juga : Di Tengah Penanganan Gempa, Menteri Dody Pimpin Upacara HUT RI di Ende
Langkah selanjutnya mencakup pembersihan sekolah yang masih aman digunakan serta koordinasi pemanfaatan anggaran belanja tambahan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan School Kit.
Kemendikdasmen juga menyiapkan dukungan konektivitas melalui Starlink bagi wilayah yang mengalami gangguan listrik dan jaringan komunikasi.
Tim lintas direktorat di Kemendikdasmen mulai bergerak ke lapangan untuk mempercepat asesmen, verifikasi kerusakan, dan koordinasi pemulihan layanan pendidikan.
Untuk penanganan kerusakan fisik, Kemendikdasmen terus mempercepat identifikasi sekolah rusak berdasarkan data awal yang akan dihimpun Tim Revitalisasi Satuan Pendidikan hingga 18 Agustus 2026.
Verifikasi lapangan dan penanganan melalui perjanjian kerja sama (PKS) ditargetkan berlangsung pada pekan berikutnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya