Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Dorong Tata Kelola Naik Kelas
Selasa, 18 Agustus 2026 15:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Transformasi kelembagaan yang dilakukan Kementerian Hukum mendapat apresiasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Penguatan reformasi birokrasi, inovasi pelayanan publik, keterbukaan informasi, hingga kerja sama internasional dinilai menjadi modal penting untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin akuntabel.
Apresiasi tersebut disampaikan Anggota I BPK sekaligus Pelaksana Tugas AKN IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan kementerian dalam lingkup koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan di Jakarta.
Menurut Nyoman, capaian transformasi kelembagaan perlu terus dikembangkan agar pemeriksaan keuangan negara tidak berhenti pada penilaian kepatuhan, tetapi juga mendorong perbaikan tata kelola serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemeriksaan bukan hanya menghasilkan opini, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045 melalui penguatan tata kelola pemerintahan dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Nyoman.
Baca juga : BPDP Dorong Transformasi Sawit Berkelanjutan Lewat Borneo Forum 2026
BPK mencatat, transformasi tersebut antara lain terlihat dari peningkatan kualitas reformasi birokrasi, pengembangan inovasi pelayanan publik, penguatan keterbukaan informasi, serta peningkatan kerja sama internasional.
Berbagai capaian tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel.
Namun, penguatan tata kelola ke depan juga perlu merespons perubahan lingkungan pemerintahan yang semakin digital.
Nyoman menekankan pentingnya penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta transformasi menuju Government 5.0, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk analisis data dan kolaborasi lintas sektor.
“Government 5.0 menuntut pendekatan whole-of-government. Kunci dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045 adalah bagaimana menerapkan kombinasi Government 5.0 dengan pengelolaan sumber daya yang mengedepankan keberlanjutan dengan prinsip ESG,” kata Nyoman.
Baca juga : Munas IV APPEKNAS 2026 Dorong Transformasi Industri Konstruksi
Menurut BPK, transformasi tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari belum meratanya kematangan digital, fragmentasi data pemerintah, keterbatasan talenta AI, integritas tata kelola, kapasitas sumber daya manusia, hingga keamanan siber dan kolaborasi.
Karena itu, penguatan tata kelola membutuhkan pendekatan yang terintegrasi dan melibatkan berbagai sektor pemerintahan.
Di sisi lain, BPK masih merekomendasikan sejumlah perbaikan berdasarkan hasil pemeriksaan 2025.
Rekomendasi tersebut meliputi penguatan sistem pengendalian intern, optimalisasi pengelolaan aset negara, peningkatan pengelolaan penerimaan negara, penyempurnaan pengadaan barang dan jasa, serta peningkatan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.
“Rekomendasi tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sehingga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas tata kelola di masing-masing entitas,” ungkap Nyoman.
Baca juga : ReJO: Pidato Kenegaraan Prabowo Tegaskan Arah Transformasi Menuju Indonesia Maju
Tindak lanjut atas rekomendasi tersebut menjadi bagian dari siklus akuntabilitas sekaligus pembelajaran organisasi.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem pengendalian intern, meningkatkan kepatuhan, serta memastikan transformasi kelembagaan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
Penyerahan LHP tersebut dihadiri Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Otto Hasibuan, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, serta jajaran BPK dan tim pemeriksa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya