Dark/Light Mode

Tangani Korban Gempa NTT

Menkes Fokus Pada Pasien, Faskes Dan Trauma Healing

Jumat, 21 Agustus 2026 07:00 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (kiri) berdialog dengan pasien di RSUD Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Kunjungan Menkes ini untuk memastikan kesiapan infrastruktur, tenaga kesehatan, dan pelayanan medis bagi pasien umum maupun pasien terdampak gempa. ANTARA FOTO
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (kiri) berdialog dengan pasien di RSUD Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Kunjungan Menkes ini untuk memastikan kesiapan infrastruktur, tenaga kesehatan, dan pelayanan medis bagi pasien umum maupun pasien terdampak gempa. ANTARA FOTO

 Sebelumnya 
Sementara, penanganan trauma menjadi prioritas ketiga. Gempa dan ancaman gempa susulan membuat sebagian warga mengalami ketakutan dan kecemasan.

Untuk menangani kondisi tersebut, Kemenkes menggandeng organisasi profesi guna mendatangkan konselor ke wilayah terdampak. Langkah ini diharapkan membantu masyarakat memulihkan kondisi psikologis setelah menghadapi bencana.

Dalam jangka menengah, Kemenkes juga berencana menempatkan psikolog klinis secara bertahap di 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia. Kehadiran tenaga psikologis di tingkat layanan dasar diharapkan memperkuat dukungan kesehatan mental bagi masyarakat.

Baca juga : Tahun Depan, Truk ODOL Bakal Kena Tilang Otomatis

Di tengah keterbatasan fasilitas akibat gempa, tenaga kesehatan di NTT tetap berupaya memberikan pelayanan untuk menyelamatkan nyawa korban.

Saat meninjau ruang operasi lapangan di Nagekeo, Budi berdialog dengan Restu, salah seorang dokter bedah yang melakukan operasi sesar darurat atau SC Cito tidak lama setelah gempa terjadi.

Terputusnya akses jalan dan jembatan menuju fasilitas rujukan membuat Restu dan tim harus mengambil keputusan cepat. Untuk menyelamatkan ibu dan bayi, operasi dilakukan di dekat pintu masuk gedung yang masih dapat digunakan dengan peralatan medis terbatas.

Baca juga : Gerindra Minta Ke BMKG Maksimalkan Upaya OMC

“Waktu itu saya pertimbangkan rencana SC Cito, tapi jalur rujukan terputus. Jembatan rusak, jalan rusak,” ungkap Restu.

Tindakan tersebut berhasil menyelamatkan seorang bayi prematur dengan berat 1.500 gram. Bayi tersebut lahir dengan selamat dan kini menjalani perawatan intensif di ruang perinatologi.

Kondisi tersebut menjadi gambaran pentingnya kesiapan layanan kegawatdaruratan di tengah situasi bencana. Terbatasnya akses menuju fasilitas rujukan membuat tenaga kesehatan harus mampu mengambil tindakan medis di lokasi dengan sarana yang tersedia.

Baca juga : 2029, NasDem Banten Pasang Target Tinggi

Untuk mengantisipasi kendala serupa, Budi memastikan ketersediaan peralatan medis esensial di rumah sakit lapangan Nagekeo. Sejumlah peralatan, termasuk mesin anestesi dan alat kauter untuk menghentikan pendarahan, telah disiagakan. Peralatan tersebut dibutuhkan agar tenaga medis dapat bekerja lebih aman dan optimal dalam menangani kasus kegawatdaruratan selama masa tanggap darurat. KPJ

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Jumat, 21 Agustus 2026 dengan judul "Tangani Korban Gempa NTT Menkes Fokus Pada Pasien, Faskes Dan Trauma Healing"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.