Dark/Light Mode

Groundbreaking Hunian Manggarai, Qodari: MBR Bisa Punya Rumah Di Kota

Jumat, 21 Agustus 2026 16:41 WIB
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menghadiri groundbreaking hunian MBR di Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026). Dok. Bakom
Kepala Bakom RI Muhammad Qodari menghadiri groundbreaking hunian MBR di Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026). Dok. Bakom

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya di kawasan perkotaan. Salah satunya melalui pembangunan hunian vertikal terjangkau di Manggarai, Jakarta Selatan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan, pembangunan hunian tersebut menjadi terobosan karena memanfaatkan lahan strategis milik negara sekaligus didukung pembiayaan perbankan.

Hal itu disampaikan Qodari saat menghadiri groundbreaking hunian Manggarai, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).

"Jadi ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Dan untuk perkotaan, desainnya adalah perumahan vertikal. Dan lahannya disediakan oleh KAI, pembiayaannya dari BTN," ujar Qodari.

Menurutnya, konsep hunian vertikal menjadi solusi yang relevan untuk menjawab persoalan keterbatasan lahan dan tingginya harga tanah di kota besar. Dengan memanfaatkan lahan yang berada di kawasan strategis, MBR berkesempatan memiliki hunian tanpa harus tersisih jauh dari pusat aktivitas kota. Kolaborasi pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dinilai menjadi langkah konkret dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.

"Jadi ini adalah terobosan dari Kementerian Perumahan, dari pemerintah Indonesia, untuk bisa memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya yang masyarakat berpenghasilan rendah untuk punya rumah juga," kata Qodari.

Baca juga : Anak Pengungsi Gempa NTT Dapat Trauma Healing Dan Perpustakaan Keliling

Qodari menilai lokasi pembangunan di Manggarai memiliki nilai strategis karena berada dekat dengan pusat kegiatan masyarakat sekaligus simpul transportasi publik.

Kondisi tersebut dinilai memberikan keuntungan bagi penghuni karena dapat memangkas waktu dan biaya perjalanan menuju tempat kerja maupun pusat aktivitas lainnya.

"Terutama di daerah perkotaan, ini lahannya sangat strategis, dekat dengan pusat-pusat kegiatan. Tadi sudah lihat juga mockupnya, ada gambar di belakang ini, menggambarkan unit-unit yang ada, bagus sekali, jadi ini berkualitas," ungkap Qodari.

Selain lokasi, dia menekankan pentingnya kualitas bangunan dan kelayakan hunian. Rumah yang dibangun untuk MBR, kata dia, tetap harus memberikan lingkungan tempat tinggal yang nyaman dan berkualitas.

Qodari berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan unit yang tersedia nantinya benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

"Kita doakan supaya pembangunan berjalan sesuai dengan rencana dan bisa dialokasikan untuk mereka yang benar-benar membutuhkan dan benar-benar berhak," ucapnya.

Baca juga : Qodari: Bahlil Wujud Nyata Indonesian Dream

Dalam proyek tersebut, KAI mulai membangun delapan menara rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan Manggarai.

Setiap menara dirancang memiliki 24 lantai dengan total kapasitas mencapai 3.784 unit hunian. Pengembangan dibagi menjadi dua kawasan, yakni Blok G dan Blok F.

Blok G terdiri atas tiga menara dengan total 1.276 unit. Rinciannya, Tower A sebanyak 352 unit, Tower B 418 unit, dan Tower C sebanyak 506 unit.

Sementara Blok F mencakup lima menara dengan total 2.508 unit. Tower 1 dan Tower 2 masing-masing memiliki 572 unit, Tower 3 dan Tower 5 masing-masing 528 unit, serta Tower 4 sebanyak 308 unit. Hunian tersebut disiapkan dalam sejumlah pilihan tipe, mulai dari studio seluas 28 meter persegi, tipe 36 dan tipe 45 dengan dua kamar tidur, hingga tipe 52 dengan tiga kamar tidur.

Beragam pilihan tersebut diharapkan dapat menyesuaikan kebutuhan calon penghuni berdasarkan jumlah anggota keluarga.

Seleksi Calon Penghuni Diperketat

Untuk memastikan hunian subsidi tepat sasaran, setiap calon pembeli akan menjalani proses verifikasi dokumen. Mekanisme tersebut dilakukan untuk memastikan unit diberikan kepada masyarakat yang memenuhi persyaratan sekaligus mencegah praktik spekulasi properti.

Baca juga : Qodari: Birokrasi Pemerintah Semakin Modern Dan Efisien

Hunian juga diharapkan tetap dimanfaatkan sesuai dengan tujuan awal pembangunan, yakni menyediakan tempat tinggal layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.

Pembangunan hunian Manggarai menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan solusi perumahan yang tidak hanya mengejar jumlah unit, tetapi juga mempertimbangkan lokasi, akses transportasi, kualitas bangunan, dan kemampuan masyarakat dalam memperoleh hunian.

Melalui pemanfaatan lahan strategis, dukungan pembiayaan, serta kolaborasi lintas pihak, pemerintah berharap semakin banyak MBR dapat memiliki rumah layak tanpa harus meninggalkan kawasan perkotaan tempat mereka bekerja dan beraktivitas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.