Dark/Light Mode

Atasi Karhutla Kalimantan, 12.880 Personel Dikerahkan-Bangun Sumur Bor

Jumat, 21 Agustus 2026 14:13 WIB
Foto: Bakom RI
Foto: Bakom RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dengan mengerahkan 12.880 personel gabungan untuk operasi terpadu di tiga provinsi prioritas.

Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Kehutanan yang diterima di Jakarta, Jumat, operasi pengendalian karhutla difokuskan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Operasi tersebut melibatkan Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, dan masyarakat.

“Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan Ristianto Pribadi, Jumat (21/8/2026).

Baca juga : Kemenhut Amankan Truk Kayu Ilegal, Telusuri Pemasok hingga Penerima

Dari total personel yang dikerahkan, sebanyak 1.410 personel bertugas di Kalimantan Barat, 10.700 personel di Kalimantan Tengah, dan 770 personel di Kalimantan Selatan.

Para personel melakukan pemantauan titik panas atau hotspot dan laporan masyarakat, patroli terpadu, pemeriksaan lapangan, hingga pemadaman melalui jalur darat.

Upaya tersebut juga meliputi pembasahan dan pendinginan area, penyekatan lokasi terbakar, serta penjagaan di wilayah rawan untuk mencegah api kembali muncul.

Koordinasi penanganan dilakukan melalui posko terpadu yang berfungsi menentukan lokasi prioritas sekaligus mengarahkan personel dan peralatan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Baca juga : Kemenhut Peringatkan Pemegang Izin Diperingatkan Jaga Areal Konsesi

Operasi tersebut didukung berbagai sarana, antara lain kendaraan, pompa dan pompa jinjing, selang pemadaman, flexible tank, alat komunikasi, serta alat pelindung diri.

Dukungan dari udara juga dilakukan melalui pengerahan helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing untuk membantu penanganan di lokasi yang sulit dijangkau dari darat.

Selain memperkuat personel, pemerintah meningkatkan kemampuan satuan tugas di lapangan dengan menambah sarana dan prasarana pemadaman, salah satunya melalui pembangunan dan pengaktifan sumur bor di sejumlah wilayah prioritas.

Kementerian Kehutanan menyebut pembangunan sumur bor diperlukan karena sumber air permukaan untuk pemadaman semakin terbatas seiring berlanjutnya kondisi kering.

Baca juga : Karhutla Ganggu Negara Tetangga

Ketersediaan sumber air tersebut diharapkan dapat memperpendek jarak pengambilan air, mempercepat pengisian peralatan pemadaman, serta menjaga kesinambungan proses pembasahan dan pendinginan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus dalam penanganan karhutla di lahan gambut karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul apabila proses pembasahan tidak dilakukan secara menyeluruh.

Karena itu, pemerintah menempatkan pemadaman sekaligus pendinginan sebagai bagian penting dalam operasi pengendalian karhutla.

Melalui koordinasi lintas sektor, penguatan personel, dukungan peralatan, dan penambahan sumber air, pemerintah mengarahkan penanganan karhutla agar respons di lapangan berlangsung cepat dan berkesinambungan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.