Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
BNPB Minta Negara Tetangga Tak Saling Menyalahkan soal Asap Karhutla
Minggu, 23 Agustus 2026 17:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia meminta negara-negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura, tidak saling menyalahkan terkait potensi dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
BNPB menilai, penanganan karhutla dan dampak asap lintas batas membutuhkan kerja sama, bukan spekulasi mengenai sumber asap.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB Berton Pandjaitan mengatakan karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas negara.
Karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara bersama dengan mengutamakan upaya maksimal di masing-masing wilayah.
Baca juga : BNPB Telah Salurkan 954 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT
“Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas,” kata Berton kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).
Berton mengatakan, pemerintah Indonesia memahami kekhawatiran negara-negara tetangga terhadap kemungkinan dampak asap lintas batas. Menurut dia, Indonesia telah mengerahkan sumber daya besar untuk mengendalikan karhutla.
“Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini sudah melakukan upaya secara optimal dan mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla,” tuturnya.
Upaya penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, patroli dan pemadaman udara, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga penguatan personel TNI-Polri bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
Baca juga : DPR Dukung Kemenhub Izinkan Pesawat Asing Bantu Tangani Karhutla
Selain penanganan di lapangan, pemerintah juga melakukan penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Berton menyebut, pemerintah telah mengerahkan 52 pesawat untuk mendukung operasi penanganan karhutla di enam provinsi prioritas.
Sebanyak 30 pesawat beroperasi di wilayah Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya ditempatkan di Sumatra.
Pemerintah juga menambah kekuatan TNI Angkatan Udara (TNI AU) untuk memperkuat operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.
Baca juga : Update Gempa NTT: Total Gempa Susulan 5.688, Korban Jiwa 91
“Jadi fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan,” ucap Berton.
Menurut Berton, pergerakan asap juga perlu dilihat berdasarkan data meteorologi. Sejumlah faktor yang menjadi perhatian antara lain arah dan kecepatan angin, kondisi atmosfer, serta hasil pemantauan satelit dan kondisi di lapangan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya