Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
176 Water Bombing Dalam Sehari
Menhut Tinjau Karhutla Kalsel: Api Sudah Tak Terlihat, Tapi Masih Berasap
Minggu, 23 Agustus 2026 17:16 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Kehutanan Raja Antoni turun langsung mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Di area peninjauan yang berada di wilayah non-kawasan berbatasan dengan hutan lindung, lahan gambut masih mengeluarkan asap. Meski api di permukaan sudah tidak terlihat. Area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 36 hektare.
“Karena ini daerah gambut, memang tidak ada api di atasnya. Tapi, masih ada asap dari bawah. Karena itu, pekerjaan ini harus dilakukan secara detail, agar tidak ada muncul api lagi,” ujar Raja Antoni saat meninjau lokasi karhutla di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalsel, Minggu (23/8/2026).
Menhut menyebut kondisi hotspot di Kalimantan Selatan sempat mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data SiPongi atau sistem informasi resmi Kementerian Kehutanan yang menyajikan data dan pemantauan titik panas (hotspot) serta peringatan dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara real-time, jumlah hotspot pada 21 Agustus 2026 mencapai 157 titik. Angka ini turun menjadi 11 titik pada 22 Agustus 2026 pukul 21.00 WIB.
Baca juga : Karhutla di Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Seluruh Gajah Aman
Namun, jumlah tersebut kembali meningkat menjadi 44 titik pada Minggu (23/8/2026) pukul 06.00 WIB.
Hotspot tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.
"Dari 157 turun menjadi 11, hari ini 44,” kata Menhut.
Baca juga : Menhut Turun ke Lokasi Karhutla Kalsel, Operasi Pemadaman Diperkuat
Menurutnya, penurunan hotspot sebelumnya tidak terlepas dari operasi gabungan melalui pengerahan pasukan darat dan dukungan operasi udara. Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta BNPB dikerahkan untuk melakukan pemadaman.
Dalam operasi water bombing, dilakukan 176 kali pengeboman dalam satu hari. “Ini efektif untuk menurunkan titik panas di Kalimantan Selatan,” tutur Menhut.
"Meski hotspot menurun, semua pihak harus tetap waspada, mengingat puncak El Nino diperkirakan baru akan terjadi pada September 2026," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya