Dark/Light Mode

Syngenta Luncurkan Inovasi Perlindungan Hama Cabai Pertama Di Indonesia

Selasa, 1 September 2026 22:44 WIB
Peluncuran SIMODIS® untuk tanaman cabai ini menjadi yang pertama di Indonesia dan dihadiri oleh 285 petani dari Jember dan Banyuwangi. Foto: SIMODIS
Peluncuran SIMODIS® untuk tanaman cabai ini menjadi yang pertama di Indonesia dan dihadiri oleh 285 petani dari Jember dan Banyuwangi. Foto: SIMODIS

RM.id  Rakyat Merdeka - Syngenta Indonesia resmi meluncurkan SIMODIS®, insektisida berbasis teknologi PLINAZOLIN®, untuk membantu petani mengendalikan serangan thrips pada tanaman cabai. Peluncuran SIMODIS® untuk tanaman cabai ini menjadi yang pertama di Indonesia dan dihadiri oleh 285 petani dari Jember dan Banyuwangi.

Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen Syngenta Indonesia untuk menghadirkan inovasi perlindungan tanaman yang membantu petani menghadapi berbagai tantangan budidaya, sekaligus turut memeriahkan rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura penting dengan permintaan pasar yang tinggi dan nilai ekonomi yang signifikan. Namun, produktivitas dan kualitas panen cabai dapat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi cuaca hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), termasuk thrips.

Baca juga : Syngenta Luncurkan CUPRINOMAT, Bantu Petani Hadapi Cuaca Ekstrem

Tantangan tersebut semakin relevan ketika kondisi lingkungan mendukung perkembangan populasi hama. Fenomena El Niño, misalnya, dapat menyebabkan musim kemarau datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang, sehingga berpotensi meningkatkan tekanan hama pada tanaman.

Jember dipilih sebagai lokasi peluncuran karena merupakan salah satu sentra produksi cabai di Jawa Timur. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi cabai di Kabupaten Jember mencapai 176.234 kuintal sepanjang 2024.

Dukungan teknologi perlindungan tanaman yang tepat, termasuk pengendalian thrips, menjadi salah satu faktor penting untuk membantu menjaga produktivitas dan kualitas hasil panen.

Baca juga : Pemkab Cilacap Dukung Peluncuran MIRAVIS Duo Untuk Tingkatkan Produktivitas Padi

Fauzi Tubat, National Sales Head Syngenta Indonesia, mengatakan bahwa petani hortikultura menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi produktivitas.

“Petani hortikultura, termasuk cabai, menghadapi tiga tantangan utama, yaitu kekeringan, harga komoditas yang tidak menentu, serta hama dan penyakit yang memengaruhi produksi. Dua hal pertama berada di luar kendali kita, namun untuk hama dan penyakit, kita dapat mengupayakannya melalui penggunaan produk perlindungan tanaman yang tepat,” ujar Fauzi dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).

Fauzi menjelaskan pengendalian thrips yang efektif dapat membantu tanaman cabai tumbuh lebih sehat, terutama pada bagian pucuk, daun, bunga, hingga buah. Dengan tekanan serangan thrips yang lebih terkendali, tanaman dapat memiliki pucuk yang lebih sehat, daun yang lebih minim keriput atau menggulung, serta bunga yang lebih cerah dan tidak mudah rontok.

Baca juga : Dukung Petani Hortikultura, Syngenta Luncurkan Buku Pintar Budidaya Sayuran

Kondisi tersebut pada akhirnya dapat membantu mengurangi risiko buah cabai bengkok dan menjaga kualitas hasil panen. “SIMODIS® hadir untuk menjawab tantangan tersebut dengan tiga keunggulan utama: Jago (jago lawan thrips), Unggul (pucuk merekah, daun sehat), serta Sempurna (bunga dan buah mulus),” lanjutnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.