Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ara Bertemu Dubes Wang Lutong, China Siap Investasi Teknologi & Perumahan
Kamis, 10 September 2026 09:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong siap mendorong perusahaan dan pelaku bisnis China untuk berkontribusi secara komersial di sektor perumahan Indonesia.
Wang menilai, sektor perumahan Indonesia sudah menunjukkan banyak perkembangan dan prestasi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Wang usai menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di rumah dinasnya Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut pembahasan kedua negara dua bulan sebelumnya.
"Saya senang bisa bertemu kembali dengan sahabat saya, Pak Ara sebagai Menteri Perumahan. Pertemuan selama tiga setengah jam ini sangat produktif. Kami akan mendorong perusahaan dan bisnis China untuk berkontribusi secara komersial di Indonesia," kata Wang.
Wang mengatakan, China melalui Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) akan membentuk tim komunikasi bersama Kementerian PKP.
Baca juga : Menteri Ara Prihatin Proyek Rusun MBR Tanah Abang Terganjal Sengketa
Tim ini akan menindaklanjuti program kerja sama di bidang perumahan dan teknologi dalam dua pekan ke depan.
"Kami juga akan bertukar pengalaman, baik dalam pemanfaatan teknologi maupun tata kelola perumahan di Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, Maruarar mengatakan, kerja sama Indonesia-China akan difokuskan pada pemanfaatan teknologi untuk pembangunan rumah susun, terutama di kawasan perkotaan dan padat penduduk.
"Kita membicarakan kerja sama di bidang perumahan antara Indonesia dengan Tiongkok dalam prinsip saling percaya, saling menguntungkan dan berdampak positif bagi kedua belah pihak," ujar Maruarar yang akrab disapa Ara.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan teknologi pembangunan rumah yang aman dan terjangkau. Namun, teknologi tersebut akan dipelajari dan disesuaikan terlebih dahulu dengan kondisi Indonesia.
"Teknologinya dipelajari dulu, baru dilihat yang cocok dengan kondisi Indonesia. Aman itu segala-galanya, termasuk secara tanah, lingkungan dan sebagainya," kata Ara.
Baca juga : DPR Minta Program Rusun Keagamaan Dihidupkan Lagi
Selain itu, PKP juga mau melibatkan pelaku UMKM dan tenaga kerja Indonesia dalam kerja sama tersebut. Produk dalam negeri, kata dia, akan diprioritaskan sepanjang memenuhi standar harga dan kualitas.
"Kalau produk Indonesia sudah memenuhi harga dan kualitas, sebaiknya digunakan. Tenaga kerja sebanyak mungkin dari Indonesia," tegasnya.
Utamakan Kepentingan Nasional
Untuk mempercepat kerja sama, Kementerian PKP telah membentuk tim bersama dengan China. Tim tersebut akan membahas regulasi, lahan hingga skema pembangunan rusun.
Tim dari PKP dipimpin Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Roberia, Dirjen Perumahan dan Perkotaan Sri Haryati dan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.
Sejumlah lahan yang diberikan Nusron Wahid selaku Menteri ATR/BPN akan segera disurvei untuk melihat potensi pengembangan kota satelit maupun rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
"Kita akan survei beberapa lahan yang diberikan ATR/BPN. Ada yang bisa untuk kota satelit, untuk pembangunan rusun MBR maupun kelas menengah," ujarnya.
Baca juga : Ara Apresiasi Djarum Group, Bangun dan Renovasi 3.250 Rumah Di Jateng
Mantan anggota DPR ini menambahkan, kerja sama dengan China juga diarahkan untuk mendorong investasi dan membuka lapangan kerja.
Menurutnya, sektor perumahan merupakan sektor riil yang mampu menyerap banyak tenaga kerja sekaligus menggerakkan industri turunannya.
"Kita sangat membutuhkan foreign direct investment (FDI) atau Penanaman Modal Asing (PMA) untuk membuka lapangan pekerjaan. Perumahan adalah sektor riil karena melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar," katanya.
Menteri dari Partai Gerindra ini menegaskan, kerja sama dengan China tetap mengutamakan kepentingan nasional.
"Selama itu menguntungkan kepentingan nasional, kita bisa bersinergi dengan negara mana pun," pungkas Ara.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya