Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- KPK Dukung RUU Perampasan Aset, Dorong Penelusuran Berbasis Data
- Dulu Anak Pramuka, Kapolri Ajak Generasi Muda Raih Cita-Cita
- Gempa Darat M2,3 Goyang Kota Bogor, Kedalaman 3 Km
- Kesaksian Ari Lasso Jadi Penumpang Pesawat Garuda Indonesia Yang Alami Pecah Ban
- Borneo FC Siap Berburu Gelar di 4 Kompetisi
Ara Apresiasi Djarum Group, Bangun dan Renovasi 3.250 Rumah Di Jateng
Kamis, 3 September 2026 11:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program 3 juta rumah Presiden Prabowo Subianto terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Kali ini, Djarum Group ikut bergotong royong menyediakan hunian layak melalui pembangunan rumah dan fasilitas sanitasi bagi masyarakat di Jawa Tengah.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Djarum Group menyiapkan anggaran sekitar Rp 45 miliar untuk membangun dan merenovasi rumah serta menyediakan fasilitas sanitasi. Total sebanyak 3.250 unit ditargetkan selesai pada tahun ini.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi kontribusi tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi bagian penting dalam menyukseskan program 3 juta rumah.
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, program tahun ini mencakup pembangunan 500 rumah baru dan 2.783 fasilitas sanitasi. Jumlah tersebut termasuk sisa komitmen program tahun 2025 sebanyak 33 unit.
“Total tahun ini 3.250 unit. Sampai hari ini sudah kita selesaikan 1.210 unit,” ujar Budi saat bertemu Menteri PKP Maruarar Sirait di Jakarta, Selasa (2/9/2026).
Dari 1.210 unit yang telah direalisasikan, sebanyak 324 unit merupakan rumah baru. Sedangkan 886 unit lainnya berupa fasilitas sanitasi.
Baca juga : Danantara Housing Expo 2026 Sukses, Catat Nilai Proyek Hingga Rp 2 Triliun
Sementara itu, sebanyak 2.073 unit masih dalam proses penyelesaian hingga akhir tahun. Rinciannya, 176 rumah baru dan 1.897 fasilitas sanitasi.
Program CSR tersebut tersebar di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Antara lain Kudus, Brebes, Wonogiri, Pati, Rembang, Temanggung, Kabupaten Semarang hingga Salatiga.
Budi mengatakan, penentuan penerima bantuan dilakukan bersama pemerintah daerah. Data calon penerima dihimpun dari tingkat paling bawah agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Datanya kita ambil dari bawah, mulai RT/RW dan kelurahan. Jadi bantuan ini memang untuk masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Untuk pembangunan rumah baru, Djarum Group mengalokasikan anggaran Rp 70 juta per unit bagi rumah dengan dua kamar. Sedangkan rumah tiga kamar mendapat alokasi Rp 80 juta per unit.
Adapun biaya renovasi disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah penerima bantuan.
Baca juga : Maruarar Turun Langsung Ke Gang Sempit Cilincing
Budi menjelaskan, dari total anggaran Rp 45 miliar, sekitar Rp 35 miliar digunakan untuk pembangunan 500 rumah baru. Sedangkan Rp 10 miliar dialokasikan untuk pembangunan fasilitas sanitasi.
“Dari total anggaran Rp 45 miliar, sekitar Rp 35 miliar untuk pembangunan 500 rumah baru. Sementara Rp10 miliar digunakan untuk pembangunan fasilitas sanitasi,” ujarnya.
Semangat Gotong Royong
Menteri PKP Maruarar Sirait menilai keterlibatan Djarum Group menjadi contoh nyata semangat gotong royong dalam penyediaan hunian layak bagi masyarakat.
Menurut Ara, sapaan Maruarar, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam memenuhi kebutuhan perumahan. Dukungan sektor swasta dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk mempercepat pencapaian program 3 juta rumah.
“Pemerintah sangat terbantu oleh Djarum karena membantu program 3 juta rumah dengan gotong royong. Inilah semangat bangsa kita, gotong royong,” ujar Ara.
Baca juga : MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026, Komitmen Jaga Generasi Emas dari Stunting
Mantan anggota DPR empat periode itu juga mengapresiasi mekanisme penyaluran bantuan yang dilakukan Djarum Group. Perusahaan, kata dia, melakukan pengecekan terhadap kondisi ekonomi calon penerima, kelayakan rumah, hingga memastikan rumah tersebut menjadi satu-satunya tempat tinggal penerima bantuan.
Ara menyebut terdapat berbagai bentuk bantuan yang diberikan. Ada rumah yang dibangun di atas lahan kosong. Ada pula rumah warga yang sudah tidak layak huni dibongkar terlebih dahulu sebelum dibangun kembali.
“Ada rumah yang dibangun baru dari lahan kosong, ada yang dirubuhkan dulu karena memang sudah tidak layak baru dibangun. Ini gotong royong yang luar biasa,” katanya.
Ara menegaskan, Kementerian PKP akan terus membuka dan mendorong kolaborasi dengan sektor swasta serta berbagai elemen masyarakat untuk mempercepat penyediaan hunian layak.
Menurutnya, semangat gotong royong harus menjadi kekuatan bersama dalam menjawab kebutuhan perumahan masyarakat di berbagai daerah.
“Kalau Djarum bangun khusus di Jawa Tengah, saya juga ikut membantu di daerah saya, Tapanuli dan korban bencana di Sumatera. Semua saling membantu. Ini sangat baik,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya