Dark/Light Mode

Dianggap Mampu Secara Finansial

BGN Coret 1.653 Sekolah Penerima Manfaat MBG

Sabtu, 12 September 2026 07:00 WIB
Kepala BGN, Sudaryono atau Mas Dar. Foto: Doc. Biro Hukum dan Humas BGN
Kepala BGN, Sudaryono atau Mas Dar. Foto: Doc. Biro Hukum dan Humas BGN

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) mencoret 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sekolah-sekolah tersebut dinilai sudah memiliki kemampuan finansial secara mandiri, sehingga tidak menjadi prioritas penerima program.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, mayoritas satuan pendidikan yang dikeluarkan merupakan sekolah swasta bertaraf internasional, sekolah yang bekerja sama dengan institusi internasional maupun nasional, serta sekolah yang dinilai mandiri secara finansial dan tidak bergantung pada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Sekolah-sekolah tersebut tidak menjadi prioritas penerima program,” kata Sudaryono dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Baca juga : Golkar: MBG Terbukti Nyata Dongkrak Ekonomi Rakyat

Mas Dar-sapaan akrab Sudaryono menjelaskan, pemutakhiran data tersebut dilakukan BGN bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Agama. Pendataan mencakup lebih dari 580.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Mulai dari sekolah negeri, madrasah, pondok pesantren, hingga satuan pendidikan keagamaan lainnya.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 340.000 satuan pendidikan telah mendapatkan layanan MBG.

Sementara, sekitar 240.000 satuan pendidikan lainnya belum menerima program tersebut dan akan menjadi bagian dari tahapan perluasan layanan.

Baca juga : OSO: Anggaran Daerah Untuk Pembangunan & Kesejahteraan

Mas Dar menilai, BGN juga menerima banyak permohonan dari satuan pendidikan yang belum mendapatkan layanan MBG.

Setiap permohonan akan ditindaklanjuti melalui proses investigasi dan pemetaan sebelum diberikan layanan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

“Tentunya akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punya,” ujarnya.

Baca juga : BRI Gaspol Ekonomi Hijau Dan Ramah Lingkungan

Menurut Mas Dar, pemutakhiran data diperlukan agar perluasan MBG berjalan lebih terukur dan tepat sasaran. Selain memperhitungkan jumlah satuan pendidikan, BGN juga mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan kondisi masing-masing wilayah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor