Dark/Light Mode

Kemenhut Terus Tekan Hotspot Karhutla, OMC Diperkuat di Wilayah Prioritas

Minggu, 13 September 2026 14:05 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring menurunnya jumlah titik panas (hotspot) secara nasional.

Hingga Sabtu (12/9/2026) pukul 21.04 WIB, tercatat 567 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Biro Humas dan KLN Kemenhut Ristianto Pribadi mengatakan, jumlah tersebut turun 121 titik dibandingkan hasil pemantauan sebelumnya.

"Pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Sabtu malam mencatat 567 titik hotspot high confidence secara nasional, turun 121 titik dibandingkan pemantauan sebelumnya," ujar Ristianto dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).

Baca juga : Kemenhut Bongkar Peredaran Kayu Ilegal Di Buru Selatan, 387 Batang Disita

Ristianto menjelaskan, pemantauan berbasis satelit NASA-TERRA/AQUA, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20 menunjukkan sebaran hotspot di enam provinsi prioritas.

Kalimantan Tengah masih menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 197 titik. Meski demikian, jumlah tersebut turun dari sebelumnya yang mencapai 271 titik.

Sementara itu, hotspot di Kalimantan Barat tercatat 91 titik dan Sumatera Selatan 62 titik. Kedua provinsi tersebut mengalami kenaikan jumlah titik panas. A

dapun di Kalimantan Selatan, jumlah hotspot turun menjadi tujuh titik. Sementara Riau dan Jambi dilaporkan nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi dalam dua hari terakhir.

Baca juga : Rapor Karhutla Hari Ini: Hotspot Kalteng Melonjak, Riau Jambi Nihil

Untuk mencegah kebakaran meluas, Kemenhut juga mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah prioritas.

Ristianto memaparkan, dalam sepekan terakhir OMC di Kalimantan Barat telah dilaksanakan sebanyak sembilan sortie dengan menyemai 7.200 kilogram bahan semai. Operasi tersebut menghasilkan estimasi hujan hingga 87,9 juta meter kubik.

Sedangkan di Kalimantan Tengah, OMC telah dilakukan sebanyak tujuh sortie dengan penyemaian 5.600 kilogram bahan semai. Estimasi hujan yang dihasilkan mencapai 22,9 juta meter kubik.

"Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk bertindak lebih dini, sebelum hotspot berkembang menjadi kebakaran besar," tegasnya.

Baca juga : Padamkan Karhutla, Mayawana Persada Kolab dengan Masyarakat Peduli Api dan BPBD

Terkait dampak lingkungan, Ristianto mengungkapkan kualitas udara secara umum di Indonesia berada pada kategori baik hingga sedang.

Namun, beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan sempat menyentuh level tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

Ristianto mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak asap karhutla untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

"Bagi masyarakat yang terdampak asap, kurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, gunakan masker terutama bagi kelompok rentan, dan segera mencari pelayanan kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan," tutup Ristianto.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor