Dark/Light Mode

Bertemu PM Mark Carney Di Toronto

Airlangga: Indonesia Siap Jadi Mitra Strategis Kanada

Jumat, 18 September 2026 07:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney di Toronto, Kanada, Selasa (15/9/2026). Pertemuan membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Kanada. Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney di Toronto, Kanada, Selasa (15/9/2026). Pertemuan membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia-Kanada. Foto: Dok. Kemenko Perekonomian

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney di Toronto, Kanada, Selasa (15/9/2026). Pertemuan itu membahas upaya memperkuat kemitraan ekonomi dan kerja sama strategis Indonesia-Kanada.

Pertemuan berlangsung di sela penyelenggaraan Canada Investment Summit yang pertama. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk membahas sejumlah agenda kerja sama. Termasuk percepatan implementasi Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA).

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut komunikasi telepon antara Presiden Prabowo Subianto dan PM Carney pada Juni 2026. Dalam komunikasi tersebut, kedua pemimpin membahas peluang perluasan hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-Kanada.

Airlangga menyampaikan apresiasi atas penyelesaian proses ratifikasi ICA-CEPA di kedua negara. Dia berharap perjanjian tersebut dapat segera berlaku efektif, sehingga membuka babak baru hubungan perdagangan dan investasi kedua negara.

Airlangga juga mengapresiasi penyelenggaraan Canada Investment Summit yang pertama ini sebagai bentuk komitmen kuat Pemerintah Kanada dalam menggalang investasi global.

Baca juga : Golkar Pun Pasrahkan Nasib Menterinya Kepada Presiden

“Indonesia siap menjadi mitra strategis Kanada dan terbuka untuk memperluas kerja sama di berbagai sektor unggulan kedua negara,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

Setelah berlaku efektif, ICA-CEPA diharapkan dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia dan Kanada, khususnya pada sektor-sektor unggulan seperti ketahanan pangan, energi dan mineral kritis.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga dan Carney juga membahas posisi strategis Indonesia sebagai negara dengan perekonomian terbesar di ASEAN. Posisi tersebut dinilai dapat menjadi modal bagi Indonesia untuk berperan sebagai mitra utama Kanada dalam memperkuat keterlibatan di kawasan Indo-Pasifik.

Kerja sama yang dibahas tidak hanya mencakup hubungan bilateral, tetapi juga peluang kolaborasi dalam konteks kerja sama kawasan yang lebih luas.

Di sektor pangan dan energi, kedua pihak menjajaki sejumlah peluang untuk memperkuat ketahanan pasokan. Salah satunya melalui potensi investasi potash untuk mendukung kebutuhan pupuk nasional.

Baca juga : PKB Sumsel Bakal Gelar Safari Politik Awal Oktober

Pembahasan juga mencakup peluang kemitraan di sektor minyak dan gas. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus membuka peluang investasi antara pelaku usaha kedua negara.

Sementara di sektor mineral kritis, Indonesia dan Kanada membahas tindak lanjut kerja sama yang telah dirintis melalui ICA-CEPA. Kedua negara merupakan produsen mineral kritis dan memiliki kepentingan bersama dalam membangun rantai pasok yang aman serta berkelanjutan.

Indonesia juga menyampaikan harapan agar kolaborasi di bidang energi nuklir dapat terus dikembangkan. Salah satu bidang yang menjadi perhatian adalah pengembangan ekosistem Small Modular Reactor (SMR) sebagai bagian dari strategi ketahanan energi jangka panjang.

Pertemuan Airlangga dan Carney berlangsung menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kanada pada 2027.

Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat kemitraan kedua negara dan menghasilkan kerja sama yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Baca juga : Pertamina Bangkitkan Petani Melon Korban Bencana Banjir

Duta Besar Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab turut hadir dalam pertemuan tersebut. Selanjutnya, Dubes Muhsin akan menindaklanjuti hasil pembahasan melalui koordinasi dengan otoritas Kanada di Ottawa.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai komitmen dan arah kerja sama yang telah dibahas dapat diterjemahkan menjadi program konkret bagi Indonesia dan Kanada. BCG

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Jumat, 18 September 2026 dengan judul "Bertemu PM Mark Carney Di Toronto, Airlangga: Indonesia Siap Jadi Mitra Strategis Kanada"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.