Dark/Light Mode

Gandeng Bank Mandiri Dan PT Pos Indonesia

Gus Ipul Ingin Penyaluran Bansos Nggak Berbelit-belit

Kamis, 24 September 2026 06:55 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Direktur Utama PT Pos Indonesia Muhammad Iskandar Kunaefi di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Foto: Dok. Kementerian Sosial
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Direktur Utama PT Pos Indonesia Muhammad Iskandar Kunaefi di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (22/9/2026). Foto: Dok. Kementerian Sosial

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menginginkan penyaluran bantuan sosial (bansos) tidak berbelit-belit. Mekanisme pencairan terus dibenahi agar bantuan Pemerintah dapat lebih cepat dan mudah diterima masyarakat yang membutuhkan.

Untuk mengejar target tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng dua perusahaan layanan pembayaran, Bank Mandiri dan PT Pos Indonesia. Dua lembaga itu disiapkan mendukung skema penyaluran bansos yang lebih cepat, efisien dan mudah diakses penerima manfaat.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan, kerja sama dengan Bank Mandiri selama ini telah berjalan dalam penyaluran bansos, penanganan kebencanaan, hingga pemberdayaan masyarakat. Ke depan, sinergi tersebut akan diperkuat, khususnya untuk mengatasi persoalan teknis yang masih muncul dalam penyaluran bantuan.

“Justru kita harus perkuat ini ke depan. Selama ini kita sudah banyak kerja sama, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial. Kita telah dibantu banyak oleh Bank Mandiri,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/9/2026).

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pembukaan rekening kolektif (burekol). Proses pembukaan rekening, pencetakan kartu, hingga distribusinya harus dipastikan tidak menjadi hambatan bagi penerima manfaat.

Baca juga : Dipastikan Gus Ipul Di Kompleks Istana Kepresidenan, Muktamar NU Ke-35 Bersih

Dalam evaluasi bersama, jajaran teknis Kemensos menyebut Bank Mandiri cukup responsif dalam membantu menyelesaikan kendala penyaluran. Namun, distribusi kartu dan kehadiran penerima manfaat untuk proses verifikasi masih menjadi pekerjaan yang perlu diselesaikan bersama.

Gus Ipul juga mendorong agar layanan Bank Mandiri semakin dekat dengan penerima manfaat. Salah satu opsi yang dibahas adalah pemanfaatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

“Yang paling mungkin itu adalah layanan Mandiri di KDMP. Apakah lewat agen atau lewat apa, silakan, Pak. Nanti didiskusikan lebih detail,” kata Gus Ipul.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menyatakan kesiapannya mendukung percepatan penyaluran bansos. Pembagian wilayah layanan antarbank juga dapat dibahas lebih lanjut untuk memastikan proses penyaluran berjalan efektif.

“Kita akan support, Pak,” ujar Henry.

Baca juga : Resmikan Kantor DPC Gerindra, Bupati Ciamis Tegaskan Siap Maju Pilkada Jabar

Bank Mandiri juga memaparkan dukungan teknologi informasi internal untuk membantu proses pembukaan rekening dan layanan penyaluran bansos.

Langkah tersebut dinilai penting karena persoalan penyaluran tidak hanya menyangkut ketersediaan anggaran. Bantuan juga harus dapat diakses penerima secara tepat dan tidak tertahan persoalan administratif maupun teknis.

Selain menggandeng perbankan, Kemensos membahas skema baru penyaluran bansos bersama PT Pos Indonesia. Gus Ipul juga bertemu dengan Direktur Utama PT Pos Indonesia Muhammad Iskandar Kunaefi. Pertemuan tersebut membahas mekanisme baru penyaluran bansos sekaligus pembukaan rekening kolektif.

PT Pos Indonesia disebut dapat merancang skema pembukaan rekening kolektif secara langsung melalui layanan mereka. Dengan mekanisme tersebut, proses pembukaan rekening diharapkan lebih cepat dan tanpa biaya.

“Beliau ternyata bisa merancang skema tanpa biaya dan bisa buka rekening juga di tempat beliau, lebih cepat,” ujarnya.

Baca juga : Mobilitas Logistik Tinggi, Distribusi BBM di Sumatera-Kalimantan Jadi Tantangan

Gus Ipul berharap, skema baru tersebut memiliki payung hukum yang kuat. Dia mendorong agar mekanisme tersebut dapat dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres).

“Saya ingin kerja sama ini berlanjut, tapi dalam skema baru dan dilindungi oleh Perpres,” tegasnya.

Pembenahan mekanisme penyaluran menjadi penting karena bansos merupakan salah satu instrumen Pemerintah untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dalam praktiknya, penyaluran melibatkan sejumlah tahapan, mulai dari penetapan penerima, pembukaan rekening, verifikasi, penerbitan kartu, hingga pencairan. ASI

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 24 September 2026 dengan judul "Gandeng Bank Mandiri Dan PT Pos Indonesia Gus Ipul Ingin Penyaluran Bansos Nggak Berbelit-belit"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.