Dark/Light Mode

Tertinggal Jauh Dari Mercedes, Ferrari Belum Angkat Tangan

Kamis, 24 September 2026 06:15 WIB
Ferrari tertinggal dari Mercedes di klasemen konstruktor. (Foto: Instagram/scuderiaferrari)
Ferrari tertinggal dari Mercedes di klasemen konstruktor. (Foto: Instagram/scuderiaferrari)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ferrari mulai menghadapi kenyataan pahit dalam perburuan gelar Formula 1 2026. Jarak dengan Mercedes di klasemen konstruktor serta ketertinggalan Lewis Hamilton dari Andrea Kimi Antonelli membuat peluang Scuderia mengejar mahkota juara semakin berat.

Namun, Ferrari belum sepenuhnya mengangkat tangan. Tim asal Maranello itu tetap akan mengembangkan SF-26 hingga akhir musim, meski sebagian besar pekerjaan pengembangan tersebut sekaligus diarahkan untuk mempersiapkan mobil 2027.

Setelah Grand Prix Spanyol, Hamilton tertinggal 101 poin dari Antonelli. Sementara Ferrari terpaut 145 poin dari Mercedes di klasemen konstruktor, dengan sembilan balapan masih tersisa.

Situasi tersebut membuat Ferrari harus realistis. Alih-alih menghentikan pengembangan mobil 2026 dan sepenuhnya beralih ke proyek 2027, tim memilih jalan tengah.

Baca juga : Wujudkan Negara Palestina Merdeka Jangan Cuma Omdo

Bos Ferrari, Fred Vasseur, menegaskan pengembangan SF-26 masih akan berlanjut.

“Kami akan terus bekerja, tetapi mungkin pada hal-hal atau aspek yang berbeda. Sebanyak 80 persen dari pengembangan yang kami lakukan sekarang akan tetap dilanjutkan,” kata Fred Vasseur seperti dikutip dari Crash, kemarin.

Pernyataan Vasseur menunjukkan Ferrari tidak ingin membuang begitu saja sisa musim 2026. Setiap pembaruan yang diterapkan pada SF-26 masih memiliki nilai untuk proyek tahun depan karena sebagian besar pengembangan dapat dibawa ke mobil 2027.

Di sisi lain, Vasseur juga belum mau secara terbuka menyatakan perjuangan Ferrari telah berakhir.

Baca juga : Sara Wijayanto, Gugat Cerai Demian Hidup Seperti Burger

“Dua atau tiga minggu lalu saya mengatakan kepada Anda bahwa saya akan menjalani balapan demi balapan. Pendirian saya tidak berubah,” ujarnya.

Meski demikian, masalah Ferrari kini terlihat jelas pada sesi kualifikasi. Vasseur menilai kecepatan balapan SF-26 sebenarnya cukup kompetitif, tetapi tim masih kesulitan memaksimalkan potensi mobil ketika perebutan posisi start berlangsung.

“Jika melihat kecepatannya, saat balapan sebenarnya sudah ada. Tentu saja kami harus melakukan pekerjaan yang lebih baik di kualifikasi,” kata Vasseur.

Ferrari bahkan mengidentifikasi perkembangan kecepatan sepanjang sesi kualifikasi sebagai salah satu area utama yang perlu dibenahi. Potensi SF-26 dinilai masih ada, tetapi tim belum mampu mengeluarkan seluruh performanya ketika kesempatan terakhir di Q3 tiba.

Baca juga : Tragis, Kepala Daerah Penuhi Penjara KPK

Dengan kondisi tersebut, Ferrari kini berada di antara dua kepentingan. Pertama menyelamatkan apa yang masih bisa diselamatkan pada 2026, dan kedua memastikan pekerjaan mereka tidak sia-sia untuk menghadapi 2027.

Bagi Ferrari, musim ini belum benar-benar selesai. Tetapi dengan jarak poin yang semakin lebar, fokus mereka perlahan bergeser dari sekadar mengejar gelar menuju mencari peningkatan yang bisa menjadi modal untuk kembali bersaing pada musim berikutnya. [DNU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.