Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Inggris Vs Spanyol, Kenangan Final Euro 2024
- Jelang GP Azerbaijan, McLaren Rombak MCL40
- Tindak Lanjuti Temuan Ombudsman, Kemenimipas Investigasi Lapas Cibinong
- ASDP Hadir Dalam Duka Sampaikan Tali Kasih Bagi Keluarga Korban KM Arupadhatu I
- Safrizal Dorong Penguatan NTPD 112: Bukan Sekadar Nomor, Tapi Kecepatan Respons
Jelang Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Perekonomian Terjaga, Investasi Kian Moncer
Sabtu, 26 September 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang dua tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, arah kebijakan ekonomi nasional menunjukkan sejumlah perkembangan positif. Stabilitas ekonomi dan investasi menjadi sorotan dalam upaya menjaga pertumbuhan, sekaligus memperkuat ekonomi nasional.
Pakar ekonomi Universitas Indonesia (UI) Prof. Telisa Falianty dan Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Fithra Faisal menyampaikan pandangan tersebut dalam diskusi bertema “Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Bangun Optimisme Ekonomi Indonesia”, Kamis (24/9/2026).
Telisa mengatakan, dari sisi makro, Pemerintah mampu menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5 persen.
“Inflasi kita terjaga, meski ada El Nino dan supply chain disruption di Selat Hormuz. Kita masih bisa menjaga harga-harga kebutuhan pokok, meski ada beberapa nanti yang mulai naik karena adanya low season,” kata Telisa di salah satu stasiun TV swasta nasional di Jakarta, Kamis (24/9/2026) petang.
Baca juga : Pemerintah Jatim Diminta Antisipasi Gagal Panen
Menurutnya, kondisi ekonomi juga perlu dilihat dari sisi mikro, khususnya perkembangan kemiskinan dan ketimpangan. Secara umum, tingkat kemiskinan menunjukkan tren penurunan. Begitu pula dengan ketimpangan yang tercermin dari koefisien Gini.
“Meski setahun terakhir ini ada naik, tapi naiknya kecil banget. Overall tren dalam 5 tahun terakhir itu masih oke,” ucapnya.
Telisa mengatakan, sejumlah kebijakan Pemerintah mulai dirasakan masyarakat. Antara lain melalui upaya mendatangkan investasi, menjaga iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), menahan tarif listrik agar tidak naik, serta menjaga ruang fiskal untuk menjalankan program prioritas.
“Jika dikaitkan program prioritas, sudah ada perbaikan. Wajar jika desain awal ada kekurangan, yang penting terus dilakukan perbaikan agar multiplier effect dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Baca juga : Stok Pupuk PKT Aman Jelang Musim Tanam
Fithra Faisal mengatakan, struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai mengalami perubahan. Jika sebelumnya konsumsi menjadi salah satu penopang utama, kini investasi mulai mengambil peran yang lebih besar.
Menurut dia, pertumbuhan investasi menunjukkan tren positif sejak kuartal IV-2025 hingga II-2026.
Fithra juga mengatakan, perubahan tersebut menunjukkan adanya transformasi struktur ekonomi. Arus investasi dinilai masih berpotensi meningkat seiring komitmen investasi dari sejumlah negara.
“Melihat potensi investasi yang besar menunjukkan bahwa roadmap pembangunan bangsa ke depan berbasis nilai tambah,” ucap Fithra.
Baca juga : Operasional LRT Hingga Pukul 24.00 & Headway Dipangkas
Meski demikian, dia menilai, masuknya investasi belum otomatis menyelesaikan persoalan kemiskinan dan pengangguran di seluruh daerah. Masih terdapat wilayah yang tingkat kemiskinan dan penganggurannya relatif stagnan.
“Karena itu, pentingnya roadmap pembangunan bangsa bukan hanya investasi. Tetapi juga mendatangkan ekonomi yang inklusif,” pungkasnya. MEN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Sabtu, 26 September 2026 dengan judul "Jelang Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Perekonomian Terjaga, Investasi Kian Moncer"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya