Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- UGM Pastikan Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Gender Online Adil & Transparan
- Hati-Hati Penipuan Jalur Masuk UI, Warga Semarang Rugi Rp 380 Juta
- Tiga Singa Terkam Narodak, Harry Kane Ikut Cetak Gol
- Marko Dugandzic Jadi Rekrutan Terakhir Bali United
- Jeda Liga Dimanfaatkan Persebaya Buat Genjot Fisik Pemain
Kementerian PU Siapkan 160 Ribu Meter Kubik Air Jelang Panen Raya Di Wanam
Rabu, 30 September 2026 09:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sejumlah alternatif pemenuhan kebutuhan air untuk mendukung rencana panen raya perdana di Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Kesiapan sumber air menjadi salah satu faktor penting menjelang panen raya yang direncanakan berlangsung sekitar Oktober-November 2026. Salah satu alternatif yang disiapkan adalah memanfaatkan air rawa dengan estimasi ketersediaan mencapai 160.000 meter kubik.
Selain air rawa, Kementerian PU menyiapkan opsi pemanfaatan air tanah melalui pembangunan sumur. Langkah tersebut akan dilakukan setelah survei geolistrik untuk mengidentifikasi akuifer dan potensi air tanah di kawasan tersebut.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pengembangan lumbung pangan di berbagai daerah merupakan langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Baca juga : Sisir Titik Kekeringan, Menteri Dody Perjuangkan Air Bagi Petani
“Sekitar Oktober-November akan ada panen raya padi di Wanam sekitar 180 hektar, (produksi) bisa sekitar 130-140 ton. Bagaimana hebatnya Pak Presiden naruh lumbung pangan nasional di seluruh titik di Indonesia, nggak cuma satu titik di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi. Jadi begitu di sini kering, di sana masih ada hujan. Hari ini kita bicara cuaca paling bagus di Papua. Untung kita masih punya Wanam,” kata Dody.
Lokasi panen raya perdana tersebut memiliki luas pengolahan tanah mencapai 220 hektare, dengan luas penanaman hingga 127 hektare. Pada lokasi tanam bagian selatan seluas 107 hektare, kebutuhan air tercatat 48.384 meter kubik dengan ketersediaan mencapai 52.410 meter kubik.
Sementara itu, lokasi bagian utara seluas 20 hektare membutuhkan air sekitar 34.560 meter kubik. Adapun ketersediaan air di lokasi tersebut baru mencapai 805 meter kubik sehingga masih terdapat defisit yang perlu dipenuhi melalui sumber air alternatif.
Secara keseluruhan, pengembangan KSPEAN Wanam yang merupakan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025 mencakup lahan seluas 10.000 hektare.
Baca juga : Kementerian PU Pastikan Pembangunan Gedung MRP Papua Selatan Dilanjutkan
Kawasan tersebut memiliki karakteristik hidrotopografi yang beragam, mulai dari lahan kering, semi-basah, hingga rawa. Kondisi tersebut membutuhkan sistem pengelolaan air yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan.
Untuk mendukung sistem tata air di KSPEAN Wanam, Kementerian PU juga terus membangun jaringan irigasi rawa dan infrastruktur pengendalian banjir.
Hingga 25 September 2026, realisasi pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) telah mencapai sekitar 125,6 kilometer dari total target 179,1 kilometer.
Pembangunan infrastruktur SDA menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian di Papua Selatan. Selain memastikan ketersediaan air saat dibutuhkan, sistem tata air diperlukan untuk mengendalikan kelebihan air pada kawasan rawa.
Baca juga : Kementerian PU Berhentikan Sementara ASN Tersangka Penyalahgunaan Narkotika
Dengan pengelolaan tata air yang sesuai, lahan di KSPEAN Wanam diharapkan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung kegiatan pertanian.
Melalui pembangunan jaringan irigasi rawa, pengendalian banjir, serta penyiapan sumber air alternatif, Kementerian PU terus memperkuat dukungan infrastruktur bagi KSPEAN Wanam.
Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan lahan pertanian di Papua Selatan sekaligus mendukung upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya