Dark/Light Mode

Menhut Raja Juli: Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Laboratorium BPGMN

Rabu, 30 September 2026 17:15 WIB
Foto: Kemenhut.
Foto: Kemenhut.

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).

Dalam proses tersebut, praktik pengelolaan gambut yang dilakukan masyarakat di Riau akan menjadi salah satu contoh yang dapat dipelajari dan diterapkan di wilayah lain.

Hal tersebut disampaikan Raja Juli usai mengunjungi Rumah Runding Restorasi Gambut dan Mangrove, Desa Tanjung Leban, Bengkalis, Riau, Rabu (30/9/2026).

Baca juga : Menhut Raja Juli: Prabowo Dengarkan Akademisi soal Pengelolaan Gambut

Dalam kunjungan tersebut, Raja Juli didampingi Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Peneliti Gambut Universitas Riau Haris Gunawan, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Bupati Bengkalis Kasmarni, serta jajaran Forkopimda lainnya.

Raja Juli mengatakan pembentukan BPGMN merupakan tindak lanjut dari keputusan Presiden Prabowo Subianto setelah mendengarkan masukan para ilmuwan dan akademisi.

Menurut dia, pengelolaan gambut perlu dilakukan secara serius dengan pendekatan berbasis riset.

Baca juga : Kemenhut Perkuat Koridor Gajah Sumatera Di Lanskap Bukit Tigapuluh

Ia menyebut lokasi di Desa Tanjung Leban sebagai “laboratorium hidup” yang dapat menjadi tempat pembelajaran bagi badan tersebut setelah terbentuk.

Berbagai praktik yang telah dilakukan masyarakat diharapkan dapat dipelajari dan direplikasi di wilayah lain, terutama di enam provinsi prioritas karhutla.

“Untuk belajar dari apa yang sudah dipelajari dan kemudian direplikasi ke tempat-tempat lain di enam provinsi yang lain,” kata Raja Juli.

Baca juga : Menhut Raja Juli: Masyarakat Jadi Kunci Cegah Karhutla

Menurut Raja Juli, praktik pengelolaan gambut di Desa Tanjung Leban menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, peneliti, masyarakat, dan sektor swasta.

Salah satu praktik yang dilihat adalah pengelolaan tata air gambut melalui sekat kanal. Pengelolaan tersebut dilakukan agar kebutuhan masyarakat tetap berjalan tanpa membuat lahan gambut menjadi kering.

“Pelajarannya adalah semua harus bekerja sama, bergotong-royong, mulai dari pemerintah, peneliti, pengusaha juga, setiap privat sektor harus terlibat bersama,” tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.