Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Ucapkan ‘Selamat Siang’ Di Gedung Pancasila
Sekjen PBB Terpukau Bhinneka Tunggal Ika
Selasa, 20 Oktober 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gedung Pancasila di Kantor Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersolek pada Senin (19/10/2026). Bangunan bersejarah di Jalan Taman Pejambon, Jakarta Pusat itu, dihiasi bendera Merah Putih yang berkibar di samping panji biru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di ruangan bersejarah itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Arrmanatha Nasir menyambut hangat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB António Guterres dalam rangkaian kunjungan resmi ke Indonesia.
Suasana kekeluargaan namun sarat bobot diplomasi terasa kental ketika keduanya melangkah menuju ruang pertemuan bilateral.
Baca juga : Acha Septriasa, Nikah Nggak Cukup Cuma Modal Cinta
Pertemuan tersebut melahirkan penegasan kembali atas komitmen mendalam dalam menjaga perdamaian dunia, serta memperjuangkan suara masyarakat negara berkembang (Global South).
Hadir dalam acara tersebut jajaran elite Kemlu. Di antaranya Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno dan Anis Matta, mantan Menlu Marty Natalegawa dan Retno Marsudi, serta jajaran pejabat tinggi Kemlu.
Kehadiran Retno Marsudi semakin mempertegas simpul erat diplomasi Indonesia di panggung dunia. Menlu periode 2014-2024 itu kini mengemban amanah global sebagai Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Urusan Air (UN Special Envoy on Water).
Baca juga : 2 Tahun Prabowo-Gibran: Politik Keamanan Terkendali, Ekonomi Penuh Tantangan
Usai pertemuan bilateral, Arrmanatha Nasir memberikan pernyataan pembuka yang menekankan akar sejarah panjang antara Indonesia dan PBB. Dia memperkenalkan sejarah Gedung Pancasila. Pada 1 Juni 1945, pendiri bangsa Presiden Soekarno memperkenalkan Pancasila sebagai fondasi negara di gedung yang ada di Pejambon itu.
Pada tahun yang sama, Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, PBB pun lahir. Dua kelahiran dari situasi berbeda ini dipersatukan oleh satu impian bersama, yaitu dunia yang dibangun di atas perdamaian, kebebasan, keadilan dan martabat manusia.
“Bagi Indonesia, multilateralisme bukan sekadar memiliki kursi di meja perundingan. Ini tentang apa yang bisa kita kontribusikan dan kita tidak akan melambat,” kata pria yang akrab disapa Tata itu.
Baca juga : Pers Tetap Sehat di Tengah Gempuran Badai Informasi
Melangkah ke podium, António Guterres mengawali pernyataannya dengan sapaan hangat bahasa Indonesia, “Honourable Minister, Excellencies, Ladies and Gentlemen, all protocol observed. Selamat siang,” katanya.
Dalam pidatonya, Guterres melayangkan pujian atas kontribusi konsisten Indonesia dalam membina perdamaian global serta menjadi jembatan antarbangsa. Dia mengucapkan terima kasih atas kebijakan konstan Indonesia selama 10 tahun terakhir dalam mendukung PBB dan multilateralisme.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya