Dark/Light Mode

DEN Siapkan Hilirisasi Kratom & Kemenyan, Meluncur Maret 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 13:54 WIB
Foto: YouTube Setpres
Foto: YouTube Setpres

RM.id  Rakyat Merdeka - menyiapkan program hilirisasi kratom dan kemenyan yang ditargetkan diluncurkan pada Maret 2027. Kedua komoditas pertanian tersebut dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sekaligus memanfaatkan potensi pasar yang tersedia.

Luhut mengatakan, kratom yang banyak ditemukan di Kalimantan dan kemenyan memiliki potensi ekonomi untuk dikembangkan melalui industri pengolahan. Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan pengembangan kedua komoditas tersebut dengan mempertimbangkan peluang pasar.

"Dua barang ini saya pikir kami melihat market, bisa beberapa miliar atau berapa puluh miliar downstreaming-nya," kata Luhut dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Baca juga : Menteri Teten Tegaskan Dikelola Koperasi, Hilirisasi Kratom Ciptakan Produk Unggulan Kalimantan

Menurut Luhut, hilirisasi kratom dan kemenyan menjadi langkah pemerintah untuk memperluas pengembangan industri bernilai tambah ke sektor pertanian. Sebelumnya, Indonesia telah mendorong hilirisasi sektor mineral, terutama nikel, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan di dalam negeri.

Ia menyebut, pengembangan hilirisasi kedua komoditas tersebut membutuhkan persiapan secara bertahap, sebagaimana proses yang dilakukan Indonesia dalam mengembangkan industri hilir nikel sekitar satu dekade lalu.

"Ini sama seperti nikel waktu kita mulai 10 tahun yang lalu. Sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian yaitu hilirisasi kratom, hilirisasi tadi kemenyan," ujar Luhut.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Strategi Ekonomi 2027

Selain menyiapkan hilirisasi, pemerintah merencanakan pengembangan pusat riset (research center) yang berfokus pada pengurutan genom (genome sequencing) di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Presiden Prabowo Subianto direncanakan meresmikan pusat riset tersebut pada Maret 2027.

Pusat riset itu disebut menjadi bagian dari pengembangan hilirisasi kratom dan kemenyan. Namun, Luhut menegaskan bahwa peresmian tersebut akan dilakukan apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

Pemerintah masih mematangkan rencana pengembangan kedua komoditas tersebut, termasuk dengan mempertimbangkan potensi pasar yang dapat dimanfaatkan. Melalui hilirisasi, pemerintah berharap kratom dan kemenyan dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Baca juga : PLN EPI Siapkan Co-firing Amonia di PLTU Labuan, Uji Coba 2027

Sebelumnya, DEN menyebutkan, ekspor hilirisasi Indonesia meningkat sekitar 45 persen dalam dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran. Peningkatan ekspor hilirisasi tersebut menjadi sumber tambahan devisa yang sangat baik untuk Indonesia. 

"Jadi, ini merupakan prestasi yang tadi kami sampaikan sangat baik kepada Bapak Presiden. Karena, selama dua tahun periode pemerintahan beliau, ekspor hilirisasi kira bisa meningkat sekitar 45 persen. Tahun 2026 (mencapai) 50 miliar dolar AS, 2024 sekitar 34,5 miliar dolar AS," kata Anggota DEN Septian Hario Seto dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.