Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 2 Kemenangan Beruntun, PSM Makin Pede di BRI Super League
- Petaka Menit Ke-90, Persib Tumbang di Markas Madura United
- Juventus Vs Rennes Berakhir Imbang, Gol Kemenangan Dianulir VAR
- Debut di Asian Para Games 2026, Abdil Majid Langsung Sabet Emas
- AC Milan Dibantai Bournemouth, Maignan Kena Kartu Merah
Kemenag Gandeng PBNU Perkuat Pesantren Adaptif dan Kembangkan Dakwah Digital
Jumat, 23 Oktober 2026 10:17 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk memperkuat kemandirian pesantren dan mengembangkan dakwah digital. Kolaborasi ini dijalankan melalui program Pesantren Adaptif dan Mandiri, Santri 5.0, serta Dakwah Digital.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, kerja sama tersebut bertujuan memperluas jangkauan pesantren dalam menyebarkan kebaikan. Pesantren juga perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Kami punya concern yang sama. Bagaimana agar santri dan pesantren bisa terus relevan di tengah perkembangan media digital dan artificial intelligence (AI),” kata Basnang.
Menurut dia, pemanfaatan teknologi tidak boleh hanya mengikuti tren. Media digital dan AI perlu menjadi bagian dari transformasi pesantren agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat lebih luas.
“Agar kebaikan tidak hanya berkutat di pesantren tapi bisa menjangkau masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.
Baca juga : PKB Babel Perjuangkan Program Kemandirian Pondok Pesantren
Wakil Ketua Umum PBNU Irfan Asy’ari Sudirman Wahid atau Gus Ipang Wahid mengatakan, PBNU siap menjadi mitra strategis Kemenag dalam menjalankan program tersebut. Di PBNU, Gus Ipang membidangi media dan digital.
Ia menyebut, pengenalan AI kepada santri dapat menjadi salah satu langkah awal kolaborasi. Program juga dapat dilanjutkan dengan pelatihan keterampilan dan pelibatan kreator konten untuk membantu dakwah pesantren melalui media sosial.
“Selain dia bisa mandiri, tapi dia juga adaptif dengan teknologi,” kata Ipang.
Selain keterampilan digital, santri perlu mendapatkan pengenalan sains, teknologi, teknik, dan matematika atau science, technology, engineering, and mathematics (STEM). Pesantren juga diharapkan membekali santri dengan keterampilan praktis, seperti berkebun dan beternak.
Menurut Ipang, pembekalan tersebut sejalan dengan program Santri 5.0. Program ini diarahkan untuk membentuk santri yang memiliki kemampuan di berbagai bidang, selain menguasai ilmu agama.
Baca juga : BAZNAS Salurkan Rp 27,5 Miliar Beasiswa 2.500 Santri Dan Renovasi 700 Pesantren
“Santri yang menguasai aspek spiritual, dia juga kuat di intelektual, dan dia juga paham vokasional,” ujarnya.
Sementara itu, program Dakwah Digital akan melibatkan sejumlah tokoh dan kreator konten. Beberapa nama yang disebut ingin berkontribusi di antaranya Habib Husein Ja’far, Atta Halilintar, Putra Siregar, Willy Salim, dan Aldi Taher.
Ipang mengatakan, keterlibatan kreator konten diharapkan membuat pesan dakwah lebih mudah dipahami berbagai kalangan. Dengan begitu, pesan-pesan dari pesantren dapat menjangkau lebih banyak pengguna media sosial.
“Kami ingin menurunkan bahasa dakwah menjadi sesuatu yang lebih universal,” katanya.
Ia menegaskan, kolaborasi tersebut terbuka bagi siapa pun yang ingin ikut menyebarkan pesan kebaikan. Upaya ini diharapkan turut menciptakan ruang digital yang lebih sejuk dan inklusif.
Baca juga : Memperkuat Peran Pesantren untuk Bentengi Generasi Muda dari Radikalisme
“Ini bukan permasalahan untuk NU atau bukan NU, bukan. Ini untuk kebaikan yang universal. Jadi, bagaimana membawa kesejukan di ranah media sosial bagi semuanya,” ujar Ipang.
Melalui kolaborasi ini, Kemenag dan PBNU berharap pesantren semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemandirian melalui penguatan keterampilan santri, serta mampu memperluas jangkauan dakwah di ruang digital.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya