Dark/Light Mode

Insentif Mobil Hybrid Dibahas, Besaran Masih Dikaji

Selasa, 27 Oktober 2026 11:40 WIB
Foto: Ist
Foto: Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai membahas secara teknis usulan pemberian insentif untuk kendaraan hybrid bersama kementerian terkait. Namun, besaran insentif yang akan diusulkan masih dikaji dan belum ditetapkan.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan, usulan insentif tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan industri otomotif nasional. Pemerintah masih mengkaji besaran dukungan yang sesuai dengan kebutuhan industri kendaraan hybrid.

Baca juga : Daya Beli Melemah, Toyota Minta Stimulus Penjualan Mobil Baru

“Sudah, mulai ada pembahasan teknis, masih dalam proses pembahasan teknis. Nanti seberapa besar insentif yang akan kita usulkan akan lebih diperjelas lagi,” kata Sarmuji seusai pertemuan dengan Toyota di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Menurut dia, pelaku industri kendaraan hybrid tidak meminta insentif dengan besaran yang sama seperti kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV). Hal terpenting bagi industri adalah adanya dukungan pemerintah melalui kebijakan insentif.

Baca juga : Tak Cukup Hybrid, Menperin Minta Toyota Gaspol Produksi Mobil Listrik

“Dari industri pun tidak meminta sama seperti BEV, tidak minta sama, tetapi yang penting ada insentif. Besarannya secara teknis masih dikaji,” ujarnya.

Sarmuji memastikan usulan insentif kendaraan hybrid akan diajukan pada tahun ini. Meski demikian, pemerintah masih memerlukan pembahasan lebih lanjut untuk menentukan besaran insentif yang akan diusulkan.

Baca juga : Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong produsen otomotif untuk memperluas pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. Langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem baterai nasional dan meningkatkan daya saing industri otomotif.

Dalam pertemuan tersebut, Sarmuji juga meminta Toyota meningkatkan ekspor kendaraan dari Indonesia, baik melalui penambahan model maupun perluasan negara tujuan. Pemerintah berharap penguatan industri otomotif dapat mendorong pertumbuhan produksi nasional dan memperluas lapangan kerja.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.