Dark/Light Mode

Budiman: Prabowo dan Presiden Brazil Konsisten Dorong Kemandirian Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 18:24 WIB
Foto: Dok. BP Taskin.
Foto: Dok. BP Taskin.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kesamaan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva bukan terletak pada ideologi politik, melainkan pada konsistensi memperjuangkan kemandirian bangsa dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

Keduanya dinilai memiliki agenda yang tetap diperjuangkan selama puluhan tahun, baik ketika berada di luar maupun di dalam kekuasaan.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko menyampaikan hal itu menanggapi kemenangan Lula dalam pemilihan presiden Brazil pada 25 Oktober 2026.

Menurut Budiman, kedua pemimpin tersebut lebih tepat dipandang sebagai pemimpin pembangunan yang pragmatis ketimbang dikotakkan dalam ideologi kiri, kanan, atau tengah.

Pemilihan presiden Brasil 2026 berlangsung ketat. Lula sempat tertinggal dari Flávio Bolsonaro pada putaran pertama, 4 Oktober, dengan perolehan 45,16 persen berbanding 47,03 persen.

Namun, Lula berbalik unggul pada putaran kedua, 25 Oktober, dengan meraih 51,79 persen suara. Kemenangan dari posisi kedua tersebut disebut sebagai yang pertama dalam sejarah Brasil.

Baca juga : Menlu Singapura Akui Komitmen Tegas Prabowo Soal Karhutla

Flávio menolak mengakui hasil pemilu dan berencana meminta pembatalan. Sementara itu, partainya, PL, telah mengakui kemenangan Lula yang ditetapkan oleh Mahkamah Pemilihan Umum Brazil (TSE).

Budiman, yang pernah bertemu langsung dengan Lula saat berkunjung ke São Paulo pada 2011, tidak lama setelah Lula menyelesaikan periode kedua pemerintahannya, menyambut kemenangan tersebut sebagai buah dari kesetiaan Lula pada agenda pemberantasan kelaparan.

Menurut Budiman, sejak awal pemerintahan Prabowo, publik kerap mempertanyakan apakah Presiden berhaluan kiri, kanan, atau tengah.

Pertanyaan serupa telah lama melekat pada Lula. Padahal, keduanya dinilai menempatkan negara sebagai kekuatan yang melindungi masyarakat sekaligus menggerakkan pembangunan, tanpa meniadakan peran pasar.

Pada periode pertamanya, Lula dikenal menjaga disiplin anggaran dan stabilitas ekonomi sembari memperluas perlindungan sosial.

Sementara itu, Prabowo menjalankan peran negara secara aktif tetapi terukur, sejalan dengan pemikiran ekonom Soemitro Djojohadikusumo.

Baca juga : Perketat Pengawasan, MBG Sangat Dibutuhkan Di Daerah

Budiman menilai, pelabelan ideologi merupakan perdebatan abad ke-20 yang tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan saat ini.

“Perdebatan sosialisme lawan kapitalisme sudah selesai di abad lalu. Hari ini pertanyaannya: siapa yang memiliki mesin, data, dan rantai pasoknya,” kata Budiman.

Di tengah persaingan teknologi dan rantai pasok global, menurut dia, bangsa yang tidak menguasai ketiga aspek tersebut akan terus menjadi penonton di pasar sendiri.

Indonesia, lanjut Budiman, menjawab tantangan itu dengan berpegang pada Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan perekonomian sebagai usaha bersama.

Negara menjamin permintaan melalui program-program prioritas, yang kemudian dipenuhi melalui produksi rakyat.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, kini menyerap produk dari 52.689 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga : Da Silva Rayakan Victory Pakai Kaca Merah Bintang

Sementara itu, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih disiapkan menjadi wadah bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha desa untuk ikut memiliki rantai pasok, bukan sekadar menjadi pemasok bahan mentah.

Bagi Budiman, konsistensi agenda itulah yang mempertemukan Prabowo dan Lula. Sejak 1980-an, Lula telah berbicara tentang kelaparan.

Adapun Prabowo sejak 2014 mengangkat isu kemandirian pangan dan kebocoran kekayaan negara. Agenda yang mereka perjuangkan ketika kalah, kata Budiman, tetap menjadi agenda yang dijalankan saat meraih kekuasaan.

Tantangannya adalah menerjemahkan cita-cita tersebut ke dalam instrumen yang relevan dengan perkembangan zaman, mulai dari pemanfaatan data tunggal hingga penguatan koperasi desa.

“Ukuran kami bukan kiri atau kanan, tetapi berpihak atau tidak,” tandas Budiman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.