Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dua Tahun Berjalan, Pemerintah Realisasikan Agenda Pembangunan
Minggu, 25 Oktober 2026 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Program perlindungan sosial dan pembangunan sumber daya manusia dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai berjalan baik. Tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Begitu juga, persentase penduduk miskin menurun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026.
Pengamat politik Ujang Komarudin menilai Pemerintah telah menunjukkan keseriusan dalam merealisasikan berbagai agenda pembangunan. Meski demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi agar hasil pembangunan semakin dirasakan masyarakat.
“Saya meyakini Pemerintah sudah bekerja keras, sudah melakukan banyak hal,” ujar Ujang, kepada Rakyat Merdeka, Kamis (22/10/2026).
Ujang mengatakan, berbagai capaian tersebut perlu diiringi penguatan komunikasi publik dan perbaikan kondisi ekonomi. Dengan begitu, kata dosen Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), manfaat program Pemerintah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Baca juga : Investasi Meningkat, Ekspor Digenjot, Daya Beli Diperkuat
“Saya melihat ada tanda-tanda yang positif, ada tanda-tanda yang baik, ada tanda-tanda yang bagus bahwa Pemerintah sudah mulai optimis dalam konteks untuk membangun lompatan-lompatan pembangunan,” katanya.
Senada, Guru Besar Ekonomi Universitas YARSI, Prof Perdana Wahyu Santosa menyoroti perkembangan sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat yang dapat menjadi landasan untuk memperkuat program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi.
Yaitu, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,65 persen pada Mei 2026. Begitu juga, persentase penduduk miskin menurun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026.
“Capaian ini menunjukkan perkembangan positif dalam perekonomian nasional yang perlu terus diperkuat melalui kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Baca juga : Bentuk 221 PAC Di Sultra, Task Force Hanura Puji Semangat Para Kader
Perdana menambahkan, memasuki tahun ketiga Kabinet Merah Putih (KMP), keberlanjutan program sosial menjadi momentum penting untuk memperkuat pemerataan pembangunan. Integrasi bantuan sosial, pendidikan, pemenuhan gizi, dan pemberdayaan ekonomi, kata dia, harus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar dan meningkatkan taraf hidup secara berkelanjutan.
“Dengan tata kelola yang semakin baik dan pelaksanaan yang tepat sasaran, berbagai program prioritas tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengentasan kemiskinan sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” tandasnya.
Dalam dua tahun ini, pemerintahan Prabowo telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) juga terus berkelanjutan. Kementerian Sosial mencatat lebih dari 18 juta keluarga penerima manfaat menjadi sasaran kedua program itu pada triwulan III 2026.
Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan masyarakat. Hingga Oktober 2026, program pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut telah menjangkau sekitar 44.000 siswa di 182 sekolah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga : BRI Salurkan Kredit UMKM 1.235 Triliun, Tumbuh 8 Persen
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan pemenuhan gizi generasi bangsa. Program MBG terus diperluas untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak dan kelompok rentan. Meski masih ada kekurangan, Pemerintah terus melakukan penyempurnaan mekanisme pengelolaan program guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan.
Sebelumnya, survei Poltracking Indonesia terbaru menyebutkan, program bantuan sosial (bansos) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penopang kepuasan publik terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Kedua program tersebut dinilai membantu meringankan beban masyarakat.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan, survei nasional yang dilakukan lembaganya menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Pemerintah mencapai 55,3 persen. Sementara itu, 40,9 persen responden menyatakan tidak puas. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya