Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gerindra Kawal Program Pemerintah
Perketat Pengawasan, MBG Sangat Dibutuhkan Di Daerah
Selasa, 27 Oktober 2026 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Politisi Partai Gerindra Andre Rosiade menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dibutuhkan masyarakat, terutama di daerah. Namun, pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu harus terus dievaluasi, khususnya terkait keamanan pangan, pengawasan, dan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
“Kalau di Jakarta mungkin ramai penolakan MBG. Namun, ketika saya berkeliling ke daerah pemilihan dan berbagai provinsi, saya bertemu dengan siswa serta masyarakat yang justru membutuhkan MBG,” kata Andre, dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Anggota DPR itu menceritakan pengalamannya saat mendampingi Presiden Prabowo meresmikan jembatan darurat di Sumatera Barat pada Desember 2025. Ketika itu, sejumlah siswa sekolah dasar menyampaikan kepada Presiden bahwa mereka belum menerima MBG dan berharap bisa mendapatkannya.
“Tapi memang pelaksanaannya masih memiliki sejumlah kekurangan, terutama menyangkut kasus keracunan makanan di berbagai daerah,” ujarnya.
Andre meminta Badan Gizi Nasional (BGN) dan seluruh pihak terkait memperketat pengawasan serta memastikan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memenuhi standar kebersihan, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi makanan.
Baca juga : PAN Sumatera Utara Resah Dengan Peredaran Narkoba
Dia mengusulkan pemanfaatan kamera pengawas atau CCTV dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk membantu memantau operasional dapur.
“Kalau ada pelanggaran SOP, harus segera diketahui dan ditindaklanjuti. Keamanan makanan bagi anak-anak harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Andre menyebut jumlah penerima manfaat MBG telah mencapai sekitar 59 juta orang. Menurutnya, cakupan program yang besar harus diimbangi peningkatan kualitas layanan dan jaminan keamanan pangan.
Dia juga menyoroti persoalan stunting yang masih perlu ditangani. Berdasarkan data Partai Gerindra, prevalensi stunting nasional mencapai 19 persen, sedangkan di Sumatera Barat sebesar 24 persen.
“Program ini harus terus diperbaiki. Kekurangan harus dibenahi, pengawasan harus diperketat, dan standar operasional harus dipatuhi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Baca juga : Laba Bank Mandiri Tembus 45,5 Triliun
Sementara itu, anggota DPR dari Fraksi Gerindra Ma’ruf Mubarok mendukung uji coba penyajian MBG dengan model prasmanan di SMP Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026) lalu.
“Anak-anak di SMP Negeri 1 Kepanjen lebih suka MBG model prasmanan, sebab saat dihidangkan itu fresh karena masih hangat,” katanya.
Menurut Ma’ruf, para siswa berharap model prasmanan tersebut dapat dipertahankan sebagai salah satu metode penyajian MBG. “Hal itu menjadi catatan kami karena program ini memang betul-betul luar biasa,” ujar anggota Komisi VII DPR tersebut.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom), Syahganda Nainggolan mengatakan, Presiden Prabowo terus mendengarkan masukan dan mengevaluasi pelaksanaan MBG. Evaluasi mencakup aspek kebersihan, penyimpanan bahan pangan, hingga penguatan pengawasan di SPPG.
“Satu soal kebersihan. Sekarang digunakan pendingin-pendingin untuk menyimpan barang-barang. Jangan sampai barang-barang ayam apa segala itu bisa basi, sehingga didistribusikan sudah basi. Yang kedua itu yang namanya sistem CCTV saya sebut tadi,” kata Syahganda dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).
Baca juga : Ringankan Beban Finansial, Permudah Akses Cari Loker
Selain kebersihan dan pengawasan melalui CCTV, Syahganda menyoroti perubahan mekanisme kompensasi investasi bagi penyedia layanan MBG. Dia menyebut perhitungan yang sebelumnya menggunakan skema kompensasi kini diarahkan berdasarkan jumlah porsi makanan yang disediakan.
“Sekarang per porsi makanan. Nah, itu selisihnya yang dijadikan makanan makin besar sekarang,” ujarnya.
Untuk diketahui, BGN telah menerbitkan SOP pendinginan makanan yang berlaku sejak 4 September 2026. Ketentuan tersebut mengatur pengendalian suhu dan waktu, penggunaan wadah serta peralatan yang bersih, hingga pencatatan proses pendinginan sebelum makanan memasuki tahap pemorsian. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya