Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Swasembada Pangan, Kementan-Pemkab Sukabumi Perkuat Optimalisasi PM-AAS
Jumat, 30 Oktober 2026 19:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi memperkuat penerapan Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas padi dan mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Program ini diperluas melalui Sekolah Lapang yang tidak hanya berfokus pada praktik penanaman, tetapi juga pendampingan petani hingga evaluasi hasil panen.
Program tersebut ditandai dengan peluncuran Sekolah Lapang Penerapan Tanam Padi PM-AAS di lahan Kelompok Tani Subur Rejeki, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan diisi dengan penanaman padi menggunakan metode sebar benih serta penandatanganan Komitmen Mendukung PM-AAS Kabupaten Sukabumi oleh Wakil Bupati Sukabumi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, perwakilan Pusat PVTPP Kementerian Pertanian, dan perwakilan Kepala BPP Kabupaten Sukabumi.
Sekolah Lapang PM-AAS menjadi sarana peningkatan kapasitas petani melalui pembelajaran teori dan praktik langsung, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga evaluasi hasil penerapan teknologi.
Kegiatan ini sekaligus melanjutkan optimalisasi PM-AAS yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Palabuhanratu dan Waluran.
Pada 15 Oktober 2026, demplot seluas 2.800 meter persegi di kedua wilayah tersebut telah melaksanakan panen perdana dengan hasil ubinan tertinggi setara 11,2 ton per hektare.
Baca juga : Dongkrak Hasil Panen, Kementan Kenalkan Benih Bioteknologi kepada Petani
Capaian tersebut menjadi indikasi awal potensi penerapan PM-AAS yang masih perlu dievaluasi, terutama terkait pengelolaan benih, teknik tanam, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), serta kesesuaian teknologi dengan kondisi agroekosistem setempat.
Karena itu, Sekolah Lapang diharapkan menjadi wadah pembelajaran dan pendampingan berkelanjutan hingga masa panen, bukan sekadar kegiatan peluncuran dan gerakan tanam.
Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyampaikan bahwa PM-AAS sejalan dengan upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.
Pemkab Sukabumi juga mendorong penguatan sektor pertanian melalui strategi SANGKURIANG (Swasembada Pangan Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan), pengembangan kawasan pertanian, pembangunan agroindustri, serta perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan.
"Salah satu tantangan yang dihadapi adalah alih fungsi lahan," ujarnya.
Dia menjelaskan, pada 2025, sekitar 350 hektare lahan sawah di Kabupaten Sukabumi telah beralih menjadi penggunaan nonpertanian.
Kondisi tersebut menuntut peningkatan indeks pertanaman dan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi serta pengelolaan usaha tani yang lebih efektif.
Baca juga : Zulhas: Swasembada Pangan Jadi Kunci Kemajuan Bangsa
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya pendampingan terencana oleh Dinas Pertanian dan penyuluh, mulai dari persiapan lahan hingga pascapanen.
"Partisipasi aktif kelompok tani dalam menerapkan dan mengevaluasi teknologi juga diperlukan agar program berjalan optimal," tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin menyampaikan bahwa target penerapan PM-AAS yang semula 5.981 hektare telah disesuaikan menjadi 10.583 hektare atau meningkat 4.602 hektare.
"Hingga 29 Oktober 2026, realisasi penerapan sejak Juni mencapai 234,94 hektare," ungkapnya.
Capaian tersebut masih memerlukan percepatan dan dukungan seluruh pihak agar pelaksanaan program dapat mendekati target yang telah ditetapkan.
Sekolah Lapang PM-AAS direncanakan menjangkau 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi.
Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap maupun serentak, menyesuaikan kesiapan masing-masing wilayah.
Baca juga : Jamin Stok Beras Melimpah, Gerindra: Swasembada Pangan Bukan Omon-omon
Kecamatan Cisaat menjadi salah satu lokasi potensial karena memiliki Lahan Sawah Baku (LBS) seluas 703,85 hektare yang seluruhnya merupakan lahan beririgasi teknis.
Nani Suwarni, yang mewakili Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (LTT) Kabupaten Sukabumi dari Pusat PVTPP Kementerian Pertanian, menyampaikan bahwa realisasi target LTT Kabupaten Sukabumi pada 2026 baru mencapai 58 persen.
"Dengan waktu tersisa sekitar dua bulan hingga akhir tahun, diperlukan percepatan dan sinergi seluruh pihak agar target tersebut dapat tercapai," ingatnya.
Ia berharap, penerapan PM-AAS dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan realisasi luas tambah tanam sekaligus produksi padi di Kabupaten Sukabumi.
Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani perlu terus diperkuat agar penerapan teknologi pertanian modern berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas.
Melalui Sekolah Lapang dan penandatanganan Komitmen Mendukung PM-AAS Kabupaten Sukabumi, diharapkan terbangun koordinasi serta kolaborasi berkelanjutan untuk mempercepat transformasi pertanian modern dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya