Dark/Light Mode

Kementan Dan 14 Kabupaten Siapkan Keberlanjutan Proyek UPLAND

Jumat, 16 Oktober 2026 22:54 WIB
Kementan bersama 14 bupati menandatangani komitmen keberlanjutan Proyek UPLAND 2027–2029 untuk menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Kementan bersama 14 bupati menandatangani komitmen keberlanjutan Proyek UPLAND 2027–2029 untuk menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah dari 14 kabupaten menyiapkan keberlanjutan Proyek UPLAND untuk menjaga produktivitas pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah dataran tinggi. Persiapan ini mencakup pengelolaan aset pertanian, penguatan kelembagaan petani, serta kelanjutan sistem agribisnis terpadu setelah proyek berakhir.

Pembahasan tersebut berlangsung dalam Workshop Nasional Exit Strategy Proyek The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) di Avenzel Hotel and Convention Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat, 14–16 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan pemerintah pusat, 14 bupati dari wilayah sasaran, serta lembaga pendanaan internasional, termasuk International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Islamic Development Bank (IsDB).

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan Hermanto mengatakan, berakhirnya proyek UPLAND harus menjadi awal bagi daerah untuk mengelola hasil pembangunan secara mandiri. Komitmen pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar investasi serta kelembagaan yang telah dibangun tetap memberikan manfaat bagi petani.

“Keberlanjutan Proyek UPLAND merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional di dataran tinggi,” ujar Hermanto.

Dalam workshop tersebut, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian bersama 14 bupati menandatangani Naskah Komitmen Bersama Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu 2027–2029. Penandatanganan dilanjutkan dengan penyerahan dokumen strategis Roadmap UPLAND sebagai pedoman keberlanjutan program.

Baca juga : KPK Pamerkan Uang Sitaan dalam Gentong Biru

Hermanto berharap komitmen tersebut menyatukan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam melanjutkan pengembangan sistem pertanian terpadu. Dengan begitu, hasil pembangunan yang telah dicapai dapat terus mendukung peningkatan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan petani.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek UPLAND Risda Sinaga menyampaikan laporan mengenai capaian program dan kerangka konsolidasi keberlanjutan. Ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam mengelola berbagai aset yang telah dibangun selama proyek berlangsung.

Aset tersebut meliputi infrastruktur pertanian, alat dan mesin pertanian (alsintan), kelembagaan ekonomi petani, serta akses pembiayaan mikro. Pengelolaan yang berkelanjutan diharapkan memastikan fasilitas tersebut tetap berfungsi dan dapat dimanfaatkan secara mandiri setelah proyek selesai.

Project Manager UPLAND Kementan Muhammad Ikhwan juga berharap pemerintah daerah hingga tingkat desa menjaga dan meneruskan hasil program. Menurutnya, keberlanjutan pemanfaatan infrastruktur dan pengembangan sistem pertanian terpadu menjadi bagian penting dari upaya mempertahankan manfaat proyek.

Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian Kementan Liferdi Lukman memaparkan perkembangan capaian akhir proyek serta pengelolaan infrastruktur pendukung pertanian dataran tinggi. Infrastruktur tersebut menjadi penopang kegiatan produksi dan pengembangan agribisnis di wilayah sasaran.

Baca juga : Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Ditahan KPK

UPLAND merupakan proyek pertanian terpadu yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani di wilayah dataran tinggi. Program ini menghubungkan kegiatan produksi di tingkat usaha tani (on-farm) dengan penanganan pascapanen, pengolahan hasil, pembiayaan, pemasaran, serta penguatan kelembagaan petani (off-farm).

Pelaksanaannya mencakup pembangunan infrastruktur, penyediaan alsintan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan koperasi dan korporasi petani. Melalui pendekatan tersebut, petani diharapkan tidak hanya meningkatkan hasil produksi, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari pengolahan dan pemasaran komoditas.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kementan turut memberikan UPLAND Award 2026 kepada tiga kabupaten atas capaian pengembangan komoditas unggulan daerah.

Kabupaten Magelang menerima penghargaan kategori Pengembangan Agribisnis Padi Organik Berkelanjutan. Kabupaten Garut memperoleh penghargaan kategori Agribisnis Kentang Berdaya Saing, sedangkan Kabupaten Banjarnegara meraih penghargaan kategori Peternakan Domba Batur Terintegrasi.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi pemerintah daerah dalam meningkatkan produktivitas, nilai tambah, kelembagaan, dan keberlanjutan usaha pertanian. Kementan berharap praktik baik dari ketiga kabupaten dapat menjadi contoh bagi pengembangan agribisnis terpadu di wilayah lain.

Baca juga : Pakai Rompi Oranye KPK, Bupati Klaten dan Kepala BPK Jateng Jadi Tersangka

Melalui workshop nasional ini, Kementan berupaya mengonsolidasikan hasil pembangunan dan kapasitas yang telah dikembangkan selama proyek berjalan. Pemerintah daerah diharapkan melanjutkan pengelolaan aset, memperkuat kelembagaan petani, dan mengembangkan inovasi agar manfaat UPLAND tetap dirasakan setelah proyek berakhir.

Keberlanjutan program tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tani di wilayah dataran tinggi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.