Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Wamenkeu ke Penerima Beasiswa LPDP: Saya Tunggu Kontribusi Anda
- Pakar Hukum: Bantahan Ferry Boboho Jadi Tantangan Berat bagi JPU
- ACFFEST 2026, KPK Ajak Masyarakat Melawan Korupsi Lewat Film
- Korlantas Polri: Informasi Pembuatan SIM Gratis 2026 Hoax!
- BRI Salurkan Tunjangan Profesi Guru Non-ASN Rp921,6 M kepada 507 Ribu Penerima
RM.id Rakyat Merdeka - Sempat dilempari bola tenis oleh publik Old Trafford, pemain MU langsung menggila di babak kedua. Tekanan terhadap pelatih Michael Carrick mendadak sirna.
Manchester United (MU) akhirnya menemukan kembali semangat juangnya. Sempat tertinggal dua gol dari AS Roma, King MU bangkit secara dramatis untuk membalikkan keadaan dan menang 3-2. Comeback di Old Trafford ini sekaligus menjadi jawaban atas keraguan terhadap Michael Carrick.
Kemenangan di lanjutan Liga Champions tersebut terasa istimewa karena mengakhiri rentetan sembilan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi. Namun, kemenangan itu tidak datang dengan mudah. MU justru dibuat tertekan sejak awal pertandingan.
Roma membuka keunggulan melalui Matias Soule pada menit ke-11. Enam menit berselang, Donyell Malen menggandakan keunggulan tim tamu melalui titik penalti.
Situasi tersebut membuat tekanan terhadap Carrick semakin besar. Tetapi, cerita berbeda tersaji selepas jeda. MU memperlihatkan karakter dan semangat pantang menyerah.
Baca juga : Haas Rombak Pembalap Jelang GP Brazil, Camara Debut Di Kandang
Bruno Fernandes memperkecil ketertinggalan melalui tendangan penalti pada menit ke-58. Eksekusi tersebut harus diulang setelah pemain Roma melakukan pelanggaran saat penalti pertama dilakukan.
Momentum pun berbalik. Matheus Cunha menjadi aktor utama kebangkitan Setan Merah. Penyerang asal Brazil itu menyamakan kedudukan pada menit ke-83 sebelum mencetak gol kemenangan tiga menit kemudian. Old Trafford pun bergemuruh menyambut comeback luar biasa tersebut.
“Ada banyak tekanan terhadapnya dan itulah cara kami membalasnya,” ungkap gelandang Youri Tielemans.
Ketika ditanya mengenai masa depan Carrick, Tielemans memilih menegaskan dukungan para pemain.
“Itu pertanyaan yang berbeda. Satu-satunya hal yang dapat kami lakukan adalah tetap mendukungnya, berjuang untuknya dan berjuang untuk klub,” jawabnya.
Baca juga : Eisenkot: Terbukti Gagal, Netanyahu Harus Digusur
Sayang, malam gemilang Cunha berakhir dengan cerita yang kurang menyenangkan. Setelah mencetak dua gol, pemain berusia 27 tahun itu justru harus meninggalkan lapangan.
Dia menerima kartu kuning kedua pada menit ke-90+1 setelah melanggar Leonardo Balerdi. Kartu kuning pertamanya didapat setelah Cunha melepas jersey dan merayakan gol kemenangan dengan menghampiri penonton.
Meski sudah diusir wasit, Cunha tidak langsung masuk ke ruang ganti. Dia terlihat menyaksikan sisa pertandingan dari atas papan iklan di tepi lapangan.
Situasi semakin menarik setelah pertandingan berakhir.
Kamera menangkap Carrick meminta Cunha meninggalkan area lapangan dan menuju ruang ganti. Keduanya sempat terlibat percakapan yang terlihat cukup tegang.
Baca juga : Brisia Jodie, Merinding Nemu Buhul Ilmu Hitam
Cunha tampak menunjukkan gestur keberatan sebelum akhirnya meninggalkan lapangan dengan didampingi staf MU.
Di balik comeback dramatis tersebut, MU juga mempertahankan catatan impresif saat menjamu Roma. Sebelum pertandingan ini, Setan Merah sudah empat kali menghadapi Sang Serigala di Old Trafford dan selalu menang.
Salah satu kemenangan paling fenomenal terjadi pada 10 April 2007. Saat itu, MU menghancurkan Roma dengan skor 7-1 pada leg kedua perempat final Liga Champions. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya