Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Menteri PU Percepat Normalisasi Sungai dan Perbaikan Tanggul di 5 Kabupaten Aceh
Sabtu, 7 November 2026 18:55 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat normalisasi sungai dan perbaikan tanggul di lima kabupaten di Provinsi Aceh. Langkah ini dilakukan untuk memulihkan infrastruktur sumber daya air sekaligus mengantisipasi banjir susulan di wilayah terdampak.
Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, penanganan darurat difokuskan di Kabupaten Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Utara, Nagan Raya, dan Pidie Jaya.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, penanganan bencana harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, pemulihan infrastruktur juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan wilayah terhadap potensi bencana berikutnya.
"Pekerjaan masih terus kita lanjutkan. Saat ini jajaran Sumber Daya Air melakukan pembersihan sungai dan muara untuk memperlancar aliran air serta mengurangi risiko banjir susulan," kata Dody dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026).
Kepala BWS Sumatera I Asyari mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan dan merespons cepat kejadian banjir di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan percepatan penanganan permanen.
"Upaya ini dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, meningkatkan perlindungan masyarakat, serta mewujudkan infrastruktur sumber daya air yang lebih tangguh dan berkelanjutan," ujarnya.
Baca juga : Menteri PU Kerahkan Alat Berat Tangani Longsor dan Lahar Dingin di Jatim-Bali
Hingga 4 November 2026, penanganan di Aceh Tenggara difokuskan pada pencegahan luapan susulan Sungai Lawe Bulan dan Lawe Kihing. Satu unit excavator dikerahkan untuk menormalisasi alur sungai dan memperkuat tanggul di Desa Kuning I.
Pekerjaan juga dilakukan melalui pengerukan sedimen dan perapian alur sungai di Desa Pinding, Kecamatan Bambel. Langkah tersebut bertujuan memperlancar aliran air dari hulu agar tidak kembali mengancam kawasan pertanian dan permukiman warga.
Di Kabupaten Gayo Lues, penanganan dilakukan setelah banjir sempat memutus akses antar-desa. Pada 3-4 November 2026, satu unit excavator dioperasikan untuk menormalisasi alur dan memperbaiki tanggul Sungai Pangur yang melintasi Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, tepatnya di sekitar ruas jalan RSUD Gayo Lues.
Perbaikan dilakukan dengan menutup bagian tanggul yang tergerus arus deras agar aliran air kembali tertampung di alur utama sungai.
Sementara itu, di Kabupaten Aceh Utara, penanganan difokuskan pada dampak luapan Sungai Peuto dan kerusakan infrastruktur pintu air. Kondisi tersebut sebelumnya menyebabkan rumah warga serta badan jalan Lhoksukon-Cot Girek terendam.
Pada 3-4 November 2026, tim satuan tugas mengerahkan satu unit alat berat jenis Komatsu untuk membersihkan dan menormalisasi saluran pembuangan di Kecamatan Syamtalira Aron.
Baca juga : Menteri PU Libatkan Warga Padang Bersihkan Permukiman Pascabanjir
Pekerjaan di kawasan Krueng Pase, tepatnya pada STA 3+200 hingga STA 3+260, dilakukan untuk memperlancar aliran air dari kawasan permukiman menuju muara.
Di Kabupaten Nagan Raya, penanganan dilakukan untuk mengantisipasi abrasi tebing sungai yang semakin mendekati permukiman di Desa Pulo Raga dan Desa Krueng Cut, Kecamatan Beutong.
Pada 3-4 November 2026, excavator dikerahkan untuk membangun tanggul darurat sekaligus menormalisasi alur Sungai Krueng Seunagan di Desa Krueng Cut. Lokasi tersebut berbatasan dengan jalur lintas Meulaboh-Beutong.
Pekerjaan ini diharapkan dapat mengurangi tekanan arus terhadap tebing sungai yang berada dalam kondisi kritis sehingga risiko abrasi dan ancaman terhadap permukiman dapat ditekan.
Adapun di Kabupaten Pidie Jaya, dua unit excavator dikerahkan secara bersamaan untuk mempercepat perbaikan tanggul yang jebol dan penataan alur Krueng Meureudu di Desa Dayah Husen, Kecamatan Meurah Dua.
Pekerjaan yang berlangsung pada 3-4 November 2026 tersebut merupakan penanganan pascabanjir luapan pada akhir Oktober lalu. Banjir sebelumnya sempat mengganggu akses Jalan Nasional Banda Aceh-Medan.
Baca juga : Menteri PU Instruksikan Percepatan Pemulihan Pascabanjir Di Padang
Melalui perbaikan tanggul dan normalisasi sungai, alur Krueng Meureudu diharapkan mampu menampung peningkatan debit air sehingga tidak kembali meluap ke jalan nasional maupun permukiman warga di sekitarnya.
Kementerian PU berkomitmen melanjutkan kesiapsiagaan selama 24 jam bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Selain menyiagakan alat berat di lokasi rawan, BWS Sumatera I juga memantau perkembangan tinggi muka air (TMA) serta menyiapkan material penanganan darurat, seperti geobag dan sandbag.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan, khususnya di wilayah hulu Aceh.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya