Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Ekonomi, M4CR Salurkan Rp 534 Juta untuk Usaha Masyarakat Pesisir
Minggu, 8 November 2026 23:08 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Penguatan ekonomi masyarakat pesisir menjadi salah satu strategi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dalam menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove.
Melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Kemenhut menyalurkan bantuan usaha produktif senilai Rp 534 juta kepada lima kelompok masyarakat di Kalimantan Utara untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Kelima kelompok penerima bantuan tersebut tersebar di Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Bulungan.
Mereka mengembangkan beragam usaha berbasis potensi lokal, mulai dari pengolahan hasil perikanan, peternakan ayam petelur, hingga budi daya kepiting bakau.
Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) sekaligus Executive Director M4CR, Muhammad Zainal Arifin, mengatakan penguatan ekonomi masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan rehabilitasi mangrove.
Baca juga : Mengenal Tangan Besi dan Tangan Hijau Kepemimpinan Menhut
"Upaya pemulihan mangrove harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir," ujar Zainal, dikutip Minggu (8/11/2026).
Menurutnya, dukungan terhadap usaha produktif diharapkan mampu menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan.
Dengan demikian, masyarakat juga memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga ekosistem mangrove di wilayahnya.
Adapun lima kelompok penerima bantuan tersebut yakni UMKM Imbaya Bais yang memproduksi stik tudai berbahan kerang, Kelompok Wanita Tani Bepakot dengan produk sambal ikan asap dan bandeng tanpa duri, serta Kelompok Peternak Perintis yang mengembangkan usaha ayam petelur.
Selanjutnya, KPTN Sejahtera menerima dukungan untuk budi daya kepiting bakau, sedangkan UMKM Sukses Bersama mengembangkan produksi sambal ebi khas Kalimantan Utara.
Baca juga : Hotspot Nasional Naik Jadi 338 Titik, Kemenhut Perkuat Penanganan Karhutla
Dari lima kelompok penerima, tiga di antaranya merupakan kelompok perempuan.
Keterlibatan perempuan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan M4CR yang menargetkan partisipasi perempuan sekurang-kurangnya 30 persen.
PPIU Manager M4CR Kalimantan Utara, Akhmad Ashar Sarif menjelaskan, bantuan disalurkan melalui skema matching grant dengan mempertimbangkan potensi dan kebutuhan masing-masing kelompok.
Dukungan tersebut mencakup sarana produksi, peralatan usaha, hingga bahan baku untuk menunjang kegiatan ekonomi masyarakat.
"Setiap kelompok memiliki potensi dan tantangan usaha yang berbeda. Karena itu, dukungan yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan mereka," kata Akhmad.
Baca juga : Menhut Raja Juli Jenguk Lima Kru Heli Mi-17 yang Selamat di Banjarmasin
Dia berharap, bantuan tersebut dapat meningkatkan kapasitas usaha sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pesisir.
Program M4CR sendiri tidak hanya berfokus pada rehabilitasi fisik mangrove, tetapi juga memperkuat kelembagaan masyarakat melalui Desa Mandiri Peduli Mangrove (DMPM) serta mendorong pengembangan kegiatan ekonomi berkelanjutan.
Sejak 2024, sebanyak 111 kelompok masyarakat di empat provinsi prioritas M4CR, yakni Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, telah menerima dukungan usaha produktif.
Khusus di Kalimantan Utara, bantuan telah menjangkau 25 kelompok. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat pesisir diharapkan tidak hanya berperan dalam pemulihan ekosistem mangrove, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari pemanfaatan potensi sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya