Dark/Light Mode

Kabar dari Tanah Suci

PPIH Daker Madinah Fokus Percepat Keberangkatan Jemaah Haji Ke Makkah

Sabtu, 17 Mei 2025 21:02 WIB
Kepala Daker Madinah Muhammad Lutfhi Makki (Foto: MCH 2025)
Kepala Daker Madinah Muhammad Lutfhi Makki (Foto: MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah Muhammad Lutfhi Makki tengan mempercepat keberangkatan jemaah haji Indonesia dari Madinah menuju Makkah. Daker Madinah juga sedang menuntaskan kendala krusial terkait distribusi Kartu Nusuk yang menjadi hak setiap jemaah.

"Fokus utama kami adalah mempercepat keberangkatkan jemaah dan sekaligus menyelesaikan secepat mungkin masalah distribusi Kartu Nusuk. Koordinasi intens dengan pihak syarikah terus kita lakukan tanpa henti," ucap Kepala Daker Madinah Muhammad Lutfhi Makki, kepada tim Media Center Haji, Jumat (16/5/2025).

Baca juga : Agar Gampang Saat Mau Pulang ke Hotel, Jemaah Haji Imbau Selalu Bawa Kartu Bus

Makki tak menampik adanya sejumlah jemaah yang terpaksa belum bisa diberangkatkan ke Makkah sesuai jadwal yang ditentukan. Penyebabnya antara lain, keterlambatan pengiriman Kartu Nusuk dari pihak syarikah atau perusahaan pelayanan haji.

Kartu Nusuk bukan sekadar identitas biasa. Kartu ini adalah identitas resmi yang sakral bagi setiap jemaah haji. Tanpa kartu tersebut, jemaah tak bisa masuk Makkah hingga pelaksanaan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Baca juga : Jemaah Haji Gelombang Kedua Tiba di Saudi, Langsung Laksanakan Umrah

Makki menyatakan, keterlambatan keberangkatan juga disebabkan oleh perbedaan syarikah antar jemaah atau masalah administrasi yang tak terduga. Seperti paspor yang belum ditemukan.

Untuk jemaah yang berbeda syarikah, PPIH Arab Saudi Daker Madinah sedang mengatur keberangkatannya secara bertahap. Keberangkatan sesuai dengan kelompok syarikahnya masing-masing menuju Makkah. 

Baca juga : Jemaah Haji Gelombang Kedua Diimbau Kenakan Kain Ihram Sejak di Tanah Air

"Untuk saudara-saudara kita yang paspornya belum ditemukan, kami tidak tinggal diam. Kami akan segera mengajukan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah," paparnya.

Menyikapi situasi yang ada, Daker Madinah bergerak cepat dan taktis. Sebuah hotel khusus telah disiapkan sebagai rumah sementara bagi jemaah yang keberangkatannya tertunda. "PPIH sangat concern dalam memfasilitasi jemaah yang terpisah dari rombongannya," pungkas Makki.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.