Dark/Light Mode

Kabar dari Tanah Suci

Arti Wukuf di Arafah dan Keutamaannya, Ini Penjelasan KH Abdul Moqsith Ghazali

Jumat, 23 Mei 2025 21:45 WIB
Musytasyar Diny PPIH Arab Saudi, KH Abdul Moqsith Ghazali. (Foto: MCH 2025)
Musytasyar Diny PPIH Arab Saudi, KH Abdul Moqsith Ghazali. (Foto: MCH 2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Arafah menjadi bagian terpenting dalam pelaksanaan ibadah haji. Tidak sah haji seseorang tanpa berwukuf di Arafah. Semua jemaah haji wajib wukuf di Arafah, baik yang sehat maupun yang sakit.

Musytasyar Diny (Penasihat Agama) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, KH Abdul Moqsith Ghazali mengatakan, wukuf di Arafah menjadi salah satu rukun haji yang tidak boleh ditinggalkan oleh jemaah haji dari seluruh dunia.

 "Nabi Muhammad Saw bersabda, Haji adalah Arafah. Maka Arafah ini menjadi bagian terpenting dari seluruh rangkaian haji," kata Kiai Moqsith, dalam konferensi pers, Jumat (23/5/2025).

Mengingat pentingnya wukuf, seluruh jemaah haji wajib ke Arafah. "Jemaah haji dalam kondisi apa pun selagi masih bisa dibawa ke Arafah, harus di bawa ke Arafah, walaupun dalam keadaan berbaring," jelasnya. 

Baca juga : Tim Monev Kemenag Siap Kawal Penyelenggaraan Haji 2025

Bagi jemaah yang uzur, baik karena sakit maupun lansia, bisa melaksanakan wukuf dengan skema safari wukuf. "Ini menunjukkan bagaimana pentingnya wukuf di Arafah," sambungnya.

Kiai Moqsith menjelaskan, Arafah menjadi istimewa karena disebutkan di Al-Qur'an. Arafah memilki beberapa makna. Pertama, sebagai ruang perjumpaan antara Nabi Adam dan Siti Hawa. Arafah menjadi ruang bagi mereka untuk saling mengenal kembali setelah berpisah ratusan tahun.

Kedua, tempat Malaikat Jibril memperkenalkan ritus-ritus tempat menunaikan ibadah haji dan manasik haji kepada Nabi Ibrahim. Lalu Jibril bertanya kepada Ibrahim, "Apakah kamu mengetahui?". Kemudian Ibrahim menjawab "Araftu, saya mengenalnya". "Makanya dikenal sebagi Arafah," terang Kiai Moqsith.

Sebaik-baik Tempat Berdoa 

Kiai Moqsith menjelaskan, selama wukuf di Arafah, tidak ada bacaan wajib, sebagaimana ibadah salat. Seluruh ibadah haji adalah rukun fi'li (tindakan), tidak seperti salat yang mewajibkan rukun qauli (ucapan seperti membaca takbir, Alfatihah, dan lainnya).

Baca juga : Ini Langkah PPIH Akselerasi Distribusi Kartu Nusuk Jemaah Haji

Untuk ibadah fi'li saat wukuf, lanjut Kiai Moqsith, adalah tindakan pasif, tidak aktif seperti tawaf atau sa'i. "Saat wukuf, jemaah haji cukup berdiam diri saja. Jemaah cukup duduk, berdoa dan berdzikir kepada Allah SWT. Meminta semua yang dibutuhkan oleh jemaah," kata Moqsith.

Kiai Moqsith mengatakan, Arafah bukan bagian dari Makkah. Berbeda dengan Muzdalifah dan Mina yang masih menjadi bagian dari Makkah. Namun, Nabi Muhammad Saw bersabda, sebaik-baik doa adalah di Arafah. Karena itu, Kiai Moqsith mengimbau kepada jemaah agar memanjatkan doa sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya saat wukuf.

"Arafah adalah perjumpaan langsung antara Allah dan hamba-Nya. Maka berdoalah sebaik mungkin. Mendoakan orang lain dengan baik," kata Kiai Moqsith.

Mengingat sucinya wukuf ini, Kiai Moqsith mengimbau jemaah selama di Arafah agar tidak mencaci orang lain. "Berdoa yang baik saja untuk orang lain, jangan mencaci dan jangan melakukan melaknat. Jangan juga bertransaksi jual barang saat wukuf di Arafah," terangnya.

Tidak Keluar Tenda 

Baca juga : Petugas Haji Siaga 24 Jam di Masjidil Haram, Pastikan Jemaah Aman dan Nyaman

Selama di Arafah, jemaah akan Salat Zuhur berjamaah dan mendengarkan khutbah, dilanjutkan berdoa. Selain berdoa, jemaah diimbau memperbanyak zikir dan membaca Al-Qur’an. 

Kiai Moqsith mengimbau jemaah cukup berdiam diri di dalam tenda saat wakuf. "Karena cuaca ekstrem, kami imbau jemaah untuk wukuf di dalam tenda. Kecuali ingin ke toilet," pesannya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, jemaah haji wajib menjaga larangan ihram saat wukuf Arafah. "Seluruh jemaah haji wajib meninggalkan hal-hal yang diharamkan Ihram saat wukuf di Arafah," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.