Dark/Light Mode

Pak Boed Dan Bu Herti Sosok Yang Amat Sejuk

Sabtu, 24 Mei 2025 17:49 WIB
Boediono, Herti Boediono, dan Gunawan Sumodiningrat saat Perayaan ulang tahun ke-80 legenda otomotif nasional Tinton Soeprapto belum lama ini. Foto: Istimewa
Boediono, Herti Boediono, dan Gunawan Sumodiningrat saat Perayaan ulang tahun ke-80 legenda otomotif nasional Tinton Soeprapto belum lama ini. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Perayaan ulang tahun ke-80 legenda otomotif nasional Tinton Soeprapto belum lama ini berlangsung hangat. Turut hadir sejumlah tokoh. Di antaranya Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Pakar Ekonomi UGM Gunawan Sumodiningrat, dan Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Namun seketika, perhatian hadirin tertuju kepada Wakil Presiden RI ke-11 Boediono dan sang istri, Herawati (Herti) saat tiba di lokasi acara, Syariah Lorin Hotel Sentul, Bogor-Jawa Barat.

Kompak berbaju batik bercorak hijau, pasutri asli Blitar-Jawa Timur itu tampak ramah menyapa saat dikerumuni dan disalami seluruh tamu, termasuk tuan rumah, Tinton.

Duduk di meja makan, seperti biasa, Pak Boed masih terlihat sederhana, bersahaja, dan irit bicara. Sementara Bu Herti, yang duduk di sebelah Gunawan, cukup sering berinteraksi.

Baca juga : Ini Deretan Menu MBG Yang Disukai Anak Sekolah

"Ibu Herti luar biasa. Terima kasih, telah setia mendampingi Prof Boediono. Sukses besar sampai mendapat amanah menjadi Wakil Presiden," kata Gunawan. "Alhamdulillah, terima kasih," balas Herti, yang dikenal lebih cerewet daripada suaminya.

Rupanya Gunawan dan Boediono, yang sama-sama Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM itu, sudah lama saling mengenal.

"Pak Boed MEc, itu panggilan akrab dari kami. Saat beliau menjadi dosen baru UGM, saya mahasiswa bimbingan pertamanya. Sebagai dosen pembimbing hingga kami hijrah ke Jakarta pada 1990, Pak Boed MEc yang menjadikan saya luar biasa sukses," ungkap Gunawan.

"Lalu, melanjutkan Pak Boed. Sukses sebagai Kepala Biro Analisa Ekonomi dan Statistik, Kepala Biro Pembangunan Daerah Tingkat Dua dan Pedesaan, Deputi Ekonomi Bappenas, Deputi Sekretaris Wakil Presiden, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos, Pimpro IDT (Inpres Desa Tertinggal), dan Sekretaris Komite Penanggulangan Kemiskinan," imbuhnya.

Baca juga : Jangan Curi Uang Rakyat

Gunawan ikut menjadi saksi, betapa Boediono dan Herti, benar-benar sosok yang sederhana dan inspiratif. "Mereka sejuk sekali dan saling melengkapi," tukasnya.

Gunawan pun heran dengan label neoliberalisme yang kerap ditujukan kepada Boediono.

"Kami sama-sama pernah menjadi asisten Prof Mubyarto. Usai lulus PhD dari University of Pennsylvania, Pak Boed langsung membantu Prof Mubyarto mengorganisasi Seminar Ekonomi Pancasila pada 1980. Pak Boed adalah editor buku Ekonomi Pancasila, yang kini dikenal sebagai Ekonomi Kerakyatan. Bukunya yang lain, Ekonomi Indonesia: Dalam Lintasan Sejarah, saya gunakan sebagai referensi utama dalam kelas Perekonomian Indonesia di UGM," terangnya.

Di lapangan, lanjut Gunawan, Boediono pun acapkali mempraktekkan Ekonomi Pancasila.

Baca juga : Prabowo Bertemu Dengan Bill Gates, Ini Yang Akan Dibahas

"Sebagai Deputi Fiskal Moneter Bappenas, Pak Boed mencanangkan gagasan saya mengaktifkan kembali Badan Kredit Desa di 4999 desa se-Jawa. Pak Boed juga mewujudkan Program IDT (Inpres Desa Tertinggal) kala Prof. Ginanjar Kartasasmita menjadi Kepala Bappenas. Lalu IDT meningkat menjadi P3DT (Program Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal) dan PPK (Program Pengembangan Kecamatan)," bebernya.

Menurut Gunawan, IDT, P3DT, PPK dan P2KP adalah embrio UU Desa. Kala Boediono menjabat Wapres, semua digabungkan menjadi PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat).

"PNPM yang membantu Presiden SBY menjabat dua periode. Sayang, istilah pemberdayaan masyarakat itu tidak digunakan," tukasnya.

Dia kembali bersyukur, telah mendapatkan ilmu dan bimbingan dari Boediono. "Jasa Pak Boed dalam perjalanan kehidupan saya dan keluarga, takkan terlupakan. Mohon maaf Pak Boed, Ibu Herti jika tidak berkenan," tutup Gunawan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.