Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kabar dari Tanah Suci
Kemenag Gandeng BPS Lakukan Survei Kepuasan Jemaah Indonesia 2025
Rabu, 25 Juni 2025 15:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) kembali menggandeng Badan Pusat Statistik untuk melakukan Survei Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (SKJHI) 2025. Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Arfi Hatim mengatakan, pihaknya sengaja melibatkan BPS untuk menghasilkan temuan survei objektif.
“Setiap tahun kita gandeng BPS untuk melakukan survei kepuasan jemaah. Tujuannya, mengetahui tingkat kepuasan jemaah haji Indonesia secara objektif dalam Indeks Jemaah Haji Indonesia atau IKJHI,” terang Arfi, di Makkah, Selasa (24/6/2025)
Dia menjelaskan, SKJHI mengukur perspektif jemaah terhadap pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji dalam dan luar negeri. Hal itu mencakup pelayanan petugas, bimbingan ibadah, transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Selain mengukur perspektif terhadap pelayanan disabilitas dan lansia. Survei ini juga sekaligus upaya menjaring beragam masukan dari jemaah.
“Hasil survei atau indeks kepuasan jemaah haji Indonesia kami targetkan akan didesiminasikan sekitar dua bulan setelah penyelenggaraan ibadah haji,” ucap Arfi.
Metodologi
Baca juga : 2 Kloter Tertunda Pulang Imbas Perang Israel-Iran, Dirjen PHU: Jemaah Aman di Jeddah
Ketua Tim Watekhi menjelaskan, SKJHI dilakukan dengan metode probability sampling. Desain sampling yang digunakan adalah pemilihan sampel satu tahap berstrata secara random (one stage stratified random sampling) dengan unit sampel (ultimate sampling unit) adalah regu dalam kelompok terbang, sebanyak 10 jemaah.
Kerangka sampel disusun berdasar daftar keberangkatan jemaah haji reguler seluruh Indonesia pada 2025 dilengkapi informasi nomor kloter, embarkasi, asal provinsi, gelombang keberangkatan, jumlah jemaah, jumlah rombongan, jumlah regu dan penempatan hotel.
Watekhi menerangkan, pemilihan sampel dilakukan dengan mengelompokkan daftar jemaah pada kerangka sampel dalam 2 strata menurut gelombang keberangkatan. Strata 1 adalah semua regu dalam kloter yang berangkat pada gelombang. Strata 2 adalah semua regu dalam kloter yang berangkat pada gelombang II.
“Dari masing-masing strata yang sudah terurut berdasarkan wilayah embarkasi dilakukan pemilihan sebanyak N sampel regu dari N populasi regu secara systematic sampling,” ujarnya.
Baca juga : Syarikah Fasilitasi Jemaah Haji Kunjungi Destinasi Ziarah di Madinah, Gratis
Dari regu terpilih, selanjutnya dilakukan pendataan terhadap semua jemaah haji yang pengisiannya secara mandiri (self enumeration). "Jumlah sampel sebanyak 14.400 jemaah haji,” lanjutnya.
Teknis Pengumpulan Data
Dia menjelaskan, pengumpulan data terhadap 14.400 jamaah hari terbagi atas 4 tahapan, yaitu:
- Madinah Gelombang I, yaitu mengukur pelayanan dalam negeri, bandara dan selama di Madinah, menggunakan Kuesioner 01A dan 02;
- Makkah Pra-Armuzna, yaitu mengukur pelayanan bandara dan selama di Mekah Pra Armuzna, menggunakan Kuesioner 01B dan 03;
- Makkah Pasca-Armuzna, yaitu mengukur pelayanan selama Armuzna, Pasca Armuzna, dan Standar Pelayanan Minimum (khusus gelombang I) menggunakan Kuesioner 04A, 04B, 05 dan 09;
- Madinah Gelombang 2 yaitu mengukur pelayanan selama di Madinah dan pelayanan Standar Pelayanan Minimum dengan menggunakan dokumen 06 dan 09.
“Pelaksanaan survei dilakukan hampir dua bulan, 12 Mei-8 Juli 2025,” paparnya.
Terkait sistem layanan berbasis syarikah (perusahaan penyedia layanan) yang diberlakukan kali pertama tahun ini, Watekhi mengatakan, SKJHI mengukur pelayanan penyelenggaraan ibadah haji secara umum. Untuk mendapatkan informasi tentang syarikah, pada kuesioner sudah disertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dapat dihubungkan dengan data Siskohat.
Baca juga : LKB: Jakarta Mozaik Keberagaman Representatif Di Indonesia
“Jadi, SKJHI belum digunakan mengukur kinerja syarikah secara langsung” tandasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya