Dark/Light Mode

Majelis Gaza Bahas Prediksi Bencana dan Kondisi Tanah Air Lewat Mubasyirat

Kamis, 11 Desember 2025 09:21 WIB
Seminar Blueprint dan Roadmap Langit: Peta Jalan Indonesia dan Dunia 2025-2029 Berdasarkan Mubasyirat.
Seminar Blueprint dan Roadmap Langit: Peta Jalan Indonesia dan Dunia 2025-2029 Berdasarkan Mubasyirat.

RM.id  Rakyat Merdeka - ‎MAJELIS Gerakan Akhir Zaman (Majelis Gaza), melakukan pembahasan tentang kondisi Indonesia berdasarkan mubasyirat. Pembahasan dilakukan dalam seminar Blueprint dan Roadmap Langit: Peta Jalan Indonesia dan Dunia 2025-2029 Berdasarkan Mubasyirat.

‎Mubasyirat adalah mimpi atau ilham, sebagai pertanda kebenaran, dorongan spiritual, atau petunjuk akan datangnya kebaikan, terutama di akhir zaman, dan tidak boleh diremehkan oleh umat Muslim.

‎Ketua Majelis GAZA, Diki Candra Purnama, dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa sejak lama, mimpi telah diyakini sebagai kabar dari langit yang dapat menjadi kenyataan. Oleh karena itu, mereka telah mengumpulkan ribuan mimpi dari berbagai belahan dunia untuk dianalisis dan dibuktikan kebenarannya melalui peristiwa-peristiwa yang telah terjadi dan yang akan datang.

Baca juga : DPR: Tambah Anggaran TKD

 

‎Seminar yang terbagi menjadi tiga sesi ini dimulai dengan sesi pertama yang membahas berbagai bencana alam yang telah terjadi dan prediksi bencana alam yang akan datang. Dalam sesi ini, Diki Candra Purnama memaparkan bahwa musibah seperti letusan gunung berapi, longsor di Sumatra, serta kebakaran besar yang melanda sejumlah kota di Indonesia telah tercatat dalam mimpi yang dikumpulkan oleh Majelis Gaza.

‎"Melalui mimpi-mimpi ini, kami berusaha untuk memberikan gambaran tentang apa yang akan terjadi, baik itu bencana alam maupun peristiwa besar lainnya, yang nantinya dapat menjadi perhatian bagi masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi tantangan global di masa depan," ujar Diki Candra Purnama dalam sesi pertama seminar.

Baca juga : Akademisi Apresiasi Presiden yang Kembali Tinjau Kondisi Aceh

‎Diki mengatakan, Majelis Gaza berkomitmen untuk terus mempelajari dan menganalisis mimpi-mimpi yang mereka kumpulkan, dengan harapan dapat memberikan petunjuk dan panduan dalam menghadapi berbagai peristiwa besar yang akan datang, khususnya yang terkait dengan bencana alam. Seminar ini menjadi awal dari rangkaian pembahasan yang lebih mendalam mengenai peta jalan Indonesia dan dunia dalam kurun waktu 2025-2029 berdasarkan mubasyirat.

‎Seminar ini dihadiri oleh berbagai tokoh agama, ilmuwan, serta masyarakat umum yang tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang mubasyirat.

‎Sebelumnya, pada seminar Majelis Gaza lainnya, mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa Allah SWT akan memberikan petunjuk melalui mimpi atau mubasyirat kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya sehingga siapapun tidak boleh meremehkan hal itu apalagi muncul di akhir zaman.

Baca juga : Jasa Raharja Perkuat Ketahanan Risiko Lewat Transformasi Human Capital

‎"Mimpi itu tidak 100 persen benar, tetapi mimpi yang diterima orang saleh dan tidak punya kepentingan untuk dirinya disebut Ruqyah Shodiqoh yang merupakan 1/46 bagian dari kenabian," katanya usai menjadi pembicara pada dialog internasional bertema "Bedah Mubasyirat di Akhir Zaman," katanya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.