Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Danone Indonesia Dorong Bisnis Berkelanjutan Lewat Asia B Corp Summit
- Prancis Vs Swedia, Les Bleus Diunggulkan, Blagult Tanpa Beban
- Sekolah Rakyat Cirebon Gabungkan Budaya Lokal Dan Fasilitas Modern
- Mentan Pastikan Pasokan CPO Untuk Program B50 Aman
- Saat Jepang Out di Piala Dunia 2026, KUAI Jepang & Dubes Brazil Ternyata Nobar
RM.id Rakyat Merdeka - "Kukenang lagi saat menjelang perpisahan. Kau menangis di pangkuanku. Begitu tulus akan cinta kasihku. Semakin pilu aku mengenangmu..."
Petikan lirik dari hit 'Disini Dibatas Kota Ini' milik Tommy J. Pisa itu melantun merdu dari Iman dan diiringi melodi apik dari 5 rekan-rekannya, pada Selasa (26/5/2026). Uniknya, mereka bukan musisi top dari kafe ke kafe, tapi warga binaan di Lapas Kelas I Tangerang. Berdiri sejak 2010, mereka telah tampil di berbagai acara dengan bendera Lapasta Band. Ini salah satu bukti dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto dalam pembinaan para penghuni hotel prodeo.
Baca juga : Paul Munster Pastikan Bertahan Di Bhayangkara
"Secara basic, saya dan teman-teman sudah lama main musik. Tapi di sini, kami serba difasilitasi oleh pihak lapas," ungkap Iman.
Bagi pesakitan kasus narkoba itu, band jadi pelarian positif mereka dalam menjalani hari-hari. Mereka bebas latihan dengan dukungan studio dan berbagai instrumen musik. "Bisa mengembangkan talenta masing-masing," tukasnya.
Baca juga : Pemerintah Pastikan Galon Guna Ulang AMDK Tetap Aman Digunakan
Bukan cuma jago kandang, ternyata Lapasta kerap diundang tampil di lingkungan Kemenimipas. "Sering diundang kementerian, kanwil," seloroh Iman.
Selain meng-cover berbagai genre lagu, Lapasta juga telah merilis single original 'Terlahir Mulia' di YouTube. Lagu itu mengantarkan Lapasta menjadi jawara lomba cipta lagu jingle Hari Anti Narkotika Internasional (Hani) di Bandung. Namun ada kendala terkait eksistensi Lapasta. Ketika ada rekan yang bebas penjara, mereka harus mencari personel pengganti. "Kita cari lagi. Ada seleksinya, kayak audisi. Yang penting ada kemauan," tukas Iman.
Baca juga : Persiapan Puncak Haji Capai 90 Persen
Selain musik, warga binaan lain mengikuti berbagai kegiatan seperti pangkas rambut, kegiatan santri, dapur, hingga Pramuka. "Banyak kegiatan. Tidak ada penyesalan, hanya masa depan. Kami bersyukur telah dibimbing menjadi lebih baik," tutup Iman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya