Dark/Light Mode

Perkuat Ekonomi Mustahik, BAZNAS Luncurkan 40 Gerai Zmart Di Temanggung

Kamis, 30 April 2026 15:02 WIB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan 40 gerai Zmart di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Foto: Baznas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan 40 gerai Zmart di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Foto: Baznas

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan 40 gerai Zmart di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sebagai upaya mendorong peningkatan ekonomi mustahik melalui kewirausahaan ritel mikro berbasis toko kelontong.

Deputi II BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Imdadun Rahmat menjelaskan program Zmart merupakan salah satu dari 10 program unggulan yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik secara berkelanjutan melalui penguatan usaha mikro.

“Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi antara BAZNAS pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Berdasarkan hasil survei dan penelitian internal, Zmart terbukti efektif sebagai sarana peningkatan kesejahteraan mustahik,” kata Imdadun, dalam keterangannya, Kamis (30/4/2026).

Sejak diluncurkan pada 2018 hingga Maret 2026, program Zmart telah hadir di 5.551 titik yang tersebar di 34 provinsi dan 139 kabupaten/kota di Indonesia. Khusus di Jawa Tengah, program ini telah menjangkau 24 kabupaten/kota dengan total 720 titik.

Baca juga : TNI Perkuat Barisan Ketahanan Pangan, Koperasi Desa Jadi Ujung Tombak

Untuk wilayah Temanggung, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 320 juta, dengan masing-masing mustahik menerima bantuan modal sebesar Rp 8 juta.

Selain dukungan modal, para penerima manfaat atau Saudagar Zmart juga mendapatkan pelatihan kewirausahaan yang mencakup pengembangan soft skill dan hard skill, serta pendampingan usaha secara intensif.

Dalam mendukung operasional, program Zmart turut bekerja sama dengan platform logistik berbasis aplikasi AKSESMU, yang memudahkan pelaku usaha dalam memperoleh pasokan barang dagangan secara efisien.

Imdadun menegaskan tujuan utama program ini adalah mendorong transformasi mustahik menjadi muzaki. “Program ini bukan untuk mempertahankan mustahik, tetapi mendorong mereka naik kelas menjadi muzaki,” tegasnya.

Baca juga : Blusukan Ke Bumi Cenderawasih, Ara Luncurkan Program Bedah Rumah Di Papua

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Temanggung atas dukungan terhadap implementasi program Zmart. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci keberhasilan penguatan ekonomi masyarakat berbasis zakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung, Tri Winarno menyambut baik pelaksanaan program Zmart sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor usaha mikro.

“Kehadiran 40 gerai Zmart di Temanggung diharapkan menjadi pionir dalam meningkatkan ekonomi penerima manfaat sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar,” ujar Tri.

Tri menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS perlu terus diperkuat guna mengangkat kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok desil satu dan dua. Di sisi lain, Ketua BAZNAS Kabupaten Temanggung, Manshur Asnawi menyampaikan program Zmart difokuskan pada masyarakat kategori fakir dan miskin.

Baca juga : Pertimbangkan Kondisi Ekonomi, KSPSI Sarankan Kenaikan Iuran BPJS Ditunda

Harapannya mampu meningkatkan taraf ekonomi mereka ke tingkat yang lebih baik. Ke depan, tambahnya, BAZNAS Kabupaten Temanggung juga berencana menambah jumlah titik Zmart sesuai dengan ketersediaan anggaran.

"Harapan kami, para Saudagar Zmart dapat terus meningkatkan kualitas usaha dengan manajemen yang baik, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan bahkan bertransformasi menjadi muzaki," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.