Dark/Light Mode

Komisi 8 Persen Berlaku, Mitra Pengemudi Grab Sesuaikan Strategi Cari Order

Sabtu, 18 Juli 2026 09:35 WIB
Ilustrasi pengemudi ojek online.
Ilustrasi pengemudi ojek online.

RM.id  Rakyat Merdeka - Penerapan skema komisi aplikasi sebesar 8 persen sejak awal Juli 2026 mendorong mitra pengemudi Grab menyesuaikan strategi mencari order. Para pengemudi menilai besarnya pendapatan tidak hanya ditentukan oleh potongan komisi, tetapi juga dipengaruhi waktu bekerja, lokasi mencari penumpang, serta tingginya permintaan di masing-masing wilayah.

Memasuki pertengahan Juli, sejumlah mitra mengaku masih mengandalkan pengaturan jam operasional dan pemilihan lokasi strategis untuk menjaga pendapatan harian.

Mitra Grab asal Jakarta, Arief, mengatakan dirinya selalu menyesuaikan lokasi mangkal dengan pola mobilitas masyarakat. Ia berpindah ke titik-titik ramai saat jam berangkat kerja, waktu makan siang, hingga jam pulang kantor agar peluang memperoleh order lebih besar.

"Kita harus mengatur tempat dan waktu. Masih banyak yang stabil pendapatannya," ujar Arief di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Baca juga : Ketua Komisi D DPRD DKI Minta Penataan Setu Babakan Tetap Berpihak Pada PKL

Menurut Arief, skema komisi 8 persen tidak otomatis menentukan besarnya penghasilan setiap pengemudi. Kemampuan membaca kondisi lapangan dan memilih waktu yang tepat tetap menjadi faktor utama untuk memperoleh pendapatan yang optimal.

Pengalaman serupa disampaikan mitra Grab lainnya, Fera Ryma. Ia memanfaatkan jam-jam sibuk pada pagi dan sore hari karena permintaan layanan biasanya meningkat dibandingkan waktu lainnya.

"Kalau buat saya, 8 persen ada kenaikan. Jam sorenya harus diambil," kata Fera.

Fera menilai, perubahan pendapatan tidak bisa disamaratakan karena bergantung pada jumlah order yang diterima setiap pengemudi. Selain itu, karakteristik permintaan di setiap wilayah juga berbeda sehingga hasil yang diperoleh tidak selalu sama.

Baca juga : Tetap Jaga Persaudaraan, Ferri Nuzarli Mengundurkan Diri Dari Partai Buruh

Sementara itu, Dandi Pribadi memilih tetap aktif bekerja sejak pagi hingga malam hari dengan waktu istirahat secukupnya. Selain itu, ia mengaktifkan seluruh layanan yang tersedia di aplikasi agar peluang mendapatkan pesanan semakin besar.

"Saya konsisten narik dari jam 6 hingga jam 9 malam," ujar Dandi.

Menurut Dandi, mengaktifkan seluruh layanan membuat peluang menerima pesanan lebih beragam, mulai dari layanan transportasi hingga pengantaran barang dan makanan. Strategi tersebut dinilai efektif untuk menjaga pendapatan di tengah fluktuasi permintaan harian.

Beragam pengalaman para mitra menunjukkan penerapan komisi aplikasi sebesar 8 persen belum memberikan dampak yang sama bagi seluruh pengemudi. Besarnya pendapatan masih dipengaruhi strategi bekerja, intensitas mencari order, serta kondisi permintaan di masing-masing daerah.

Baca juga : Kasih Peringatan Keras, Prabowo: Gue Tahu Siapa Yang Bayar Demo

Bagi para mitra, pengaturan waktu operasional, pemilihan lokasi yang tepat, serta pemanfaatan seluruh fitur layanan tetap menjadi kunci untuk menjaga pendapatan harian di tengah perubahan skema komisi yang mulai berlaku sejak awal Juli 2026.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.