Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Bantah Mundur, Jampidsus Fokus Tuntaskan Kasus Prioritas
- Pramono Siapkan Ring Tinju Untuk Tekan Tawuran di Jakarta
- Pemprov DKI Gelontorkan Rp 300 Miliar Pembebasan Lahan Normalisasi Kali Ciliwung
- Serba Hitam, Bupati Sukoharjo yang di-OTT Tiba di Gedung KPK
- Patrick Berg Bersinar Jadi Kunci Sukses Norwegia
Ketua Komisi D DPRD DKI Minta Penataan Setu Babakan Tetap Berpihak Pada PKL
Kamis, 9 Juli 2026 09:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike meminta penataan kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, tidak hanya berfokus pada pembenahan fisik, tetapi juga menjamin keberlangsungan usaha para pedagang kaki lima (PKL) dan warga yang selama ini menggantungkan mata pencaharian di kawasan cagar budaya Betawi tersebut.
Menurut Yuke, konsep awal pengembangan Setu Babakan memang dirancang untuk memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan ekonomi, dari kuliner, kerajinan batik, hingga usaha mikro. Karena itu, proses penataan harus tetap berpihak kepada warga.
"Kalau memang dibuat zona-zona untuk PKL, kawasan Setu Babakan sebenarnya sangat luas sehingga bisa mengakomodasi lebih banyak pedagang. Yang penting warga sekitar tetap mendapatkan ruang untuk berusaha," ujar Yuke, Rabu (8/7/2026).
Baca juga : DPRD DKI Minta RKPD 2026 Fokus Program Langsung Dirasakan Warga
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, sebagian PKL saat ini sedang menjalani proses relokasi karena sebelumnya berjualan di atas saluran air. Meski demikian, dia berharap lokasi relokasi tidak terlalu jauh agar para pedagang tetap bisa mempertahankan pelanggan dan penghasilannya.
"Kalau memang harus direlokasi, jangan terlalu jauh. Mereka sudah lama berusaha di sana dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi Setu Babakan," katanya.
Selain menyoroti penataan Setu Babakan, Yuke juga mendorong Pemprov DKI mengoptimalkan aset-aset yang belum dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
Baca juga : Tekanan Global Meningkat, OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Tetap Aman
Menurut dia, masih banyak lahan milik pemerintah yang menganggur dan berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi pengolahan sampah organik.
"Keberadaan lahan, sekecil apa pun, bisa dimanfaatkan untuk mengolah sampah dedaunan maupun sampah organik lainnya sehingga mengurangi beban pengangkutan ke tempat pembuangan akhir," ujarnya.
Yuke juga meminta pendataan aset lintas organisasi perangkat daerah (OPD) diperkuat agar pemanfaatannya lebih optimal.
Baca juga : Pemprov DKI Kaji Usulan Penambahan Rute Transjabodetabek dari Depok
Dia menilai koordinasi antar-OPD, pemerintah kecamatan, dan Dinas Lingkungan Hidup perlu ditingkatkan untuk mendukung penyediaan fasilitas pengolahan sampah di lingkungan warga.
Tidak hanya itu, anggota DPRD DKI dari daerah pemilihan Jakarta Selatan tersebut juga menyoroti persoalan aset lintas dinas yang kerap menghambat pembangunan fasilitas publik. Dia berharap Pemprov mengkaji kemungkinan pemanfaatan sebagian lahan TPU Pondok Ranggon yang dinilai dibutuhkan masyarakat untuk pembangunan sekolah.
"Kebutuhan ruang pendidikan sama pentingnya dengan penyediaan fasilitas umum lainnya. Kalau memang memungkinkan, tentu harus dicari jalan tengah agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya