Dark/Light Mode

Resmikan At Thohir Vidya Loka, Boy Thohir Ajak Kampus Cetak Pemimpin Masa Depan

Selasa, 28 Juli 2026 14:08 WIB
Founder Yayasan At Thohir Garibaldi
Founder Yayasan At Thohir Garibaldi "Boy" Thohir menyampaikan sambutan saat peresmian At Thohir Vidya Loka di Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI), Kampus Salemba, di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Bambang Trismawan/RM.ID

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembina Yayasan At Thohir Garibaldi "Boy" Thohir menegaskan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter, dan jiwa kepemimpinan. Pesan itu disampaikan Boy saat meresmikan At Thohir Vidya Loka, ruang pembelajaran dan kolaborasi yang dibangun melalui kerja sama Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MM FEB UI) dengan Yayasan Mochamad Thohir di Kampus Salemba UI, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Peresmian tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara MM FEB UI dan Yayasan Mochamad Thohir untuk memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kepemimpinan, pemberian beasiswa, serta berbagai program strategis lainnya.

Acara tersebut dihadiri Founder Yayasan At Thohir Garibaldi Boy Thohir, Ketua Yayasan Mochamad Thohir Giovanna Aanisa Thohir, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Yulianti, Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga UI Prof. Budi Wiweko. Hadir juga Ketua Program Studi MM FEB UI Prof. Rifelly Dewi Astuti jajaran dosen, mahasiswa, dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Boy mengatakan pengalaman menempuh pendidikan di luar negeri dan berkecimpung di dunia bisnis membuatnya menyadari bahwa ilmu pengetahuan hanyalah salah satu faktor penentu kesuksesan. Dunia usaha, kata dia, juga membutuhkan sosok yang memiliki kepemimpinan, integritas, karakter, serta kemampuan bekerja sama.

"Ilmu tentu sangat penting, tetapi dalam dunia kerja dan dunia usaha, yang tidak kalah penting adalah leadership, integritas, karakter, dan kemampuan bekerja sama," ujar Boy.

Menurut Boy, banyak perusahaan rintisan (startup) mampu berkembang pesat, tetapi tidak sedikit yang akhirnya gagal bertahan karena lemahnya kepemimpinan.

Baca juga : Garda Pemuda NasDem Siap Cetak Pemimpin Muda Berintegritas

"Orang pintar itu banyak. Tetapi orang yang memiliki leadership, mau bertanggung jawab, dan punya integritas justru lebih sedikit," katanya.

Karena itu, ia berharap mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik selama menempuh pendidikan di kampus. Penanaman nilai-nilai etika, kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, dan kemampuan berkolaborasi dinilai menjadi bekal penting ketika memasuki dunia profesional.

Dalam kesempatan tersebut, Boy juga mengenang sosok ayahnya, almarhum Mochamad Thohir, yang menjadi inspirasi dibangunnya At Thohir Vidya Loka. Menurutnya, sang ayah yang berasal dari keluarga sederhana selalu mengajarkan bahwa nama baik, kepercayaan, kerja keras, dan ketekunan merupakan modal utama dalam meraih kesuksesan.

"Beliau selalu mengajarkan bahwa nama baik, kepercayaan, kerja keras, dan ketekunan adalah modal utama. Kesuksesan materi bukan segalanya," tuturnya.

Boy menjelaskan, kehadiran At Thohir Vidya Loka merupakan bentuk kontribusi Yayasan Mochamad Thohir terhadap dunia pendidikan. Menurutnya, membangun bangsa tidak selalu harus dilakukan melalui pemerintahan atau politik, tetapi juga dapat diwujudkan dengan mendukung pengembangan sumber daya manusia.

Ia berharap ruang tersebut menjadi tempat lahirnya berbagai gagasan, inovasi, serta kolaborasi antara mahasiswa, dosen, alumni, dan praktisi.

Baca juga : Menag Resmikan STAI Aisyah, Kampus Khusus Muslimah Pertama di Indonesia

"Pengalaman saya menunjukkan banyak ide besar justru lahir dari diskusi yang santai. Karena itu kami mendesain ruangan ini agar menjadi tempat yang nyaman untuk berbagi gagasan dan berdiskusi," ujarnya.

Boy juga menekankan pentingnya peran alumni dalam memajukan perguruan tinggi. Berdasarkan pengalamannya saat menempuh pendidikan di Amerika Serikat, ikatan alumni menjadi salah satu kekuatan utama universitas-universitas terbaik dunia karena tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga pengalaman, jaringan, dan kontribusi nyata bagi pengembangan kampus.

Selain itu, ia mengajak perguruan tinggi di Indonesia memperkuat riset yang berdampak langsung terhadap dunia industri. Boy mengaku terkesan dengan perkembangan sejumlah universitas di Tiongkok yang berhasil melahirkan perusahaan teknologi berbasis hasil penelitian para profesor.

"Saya berharap ke depan semakin banyak profesor Indonesia yang menjadi entrepreneur, menghasilkan inovasi, dan membangun perusahaan berbasis riset sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mengharumkan nama universitas," katanya.

Dari kiri ke kanan, Pembina Yayasan Mochamad Thohir, Garibaldi Thohir, Ketua Umum Yayasan Mochamad Thohir Giovanni Thohir, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Yulianti, dan Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga UI Budi Wiweko saat Peresmian At-Thohir Vidya Loka di MM FEB UI, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Foto: Bambang Trismawan/RM.ID

Sementara itu, Ketua Program Studi MM FEB UI Prof. Rifelly Dewi Astuti mengatakan At Thohir Vidya Loka bukan sekadar ruang fisik, melainkan ruang kolaborasi yang diharapkan melahirkan berbagai gagasan, inovasi, dan kepemimpinan masa depan.

"At Thohir Vidya Loka bukan sekadar ruang fisik, melainkan ruang kolaborasi yang akan melahirkan berbagai gagasan, inovasi, dan kepemimpinan masa depan. Kami percaya bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga filantropi merupakan investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul," ujarnya.

Baca juga : Terima Sertifikat IBDP, Kapolri Siapkan SMA KTB Cetak Pemimpin Masa Depan

Ketua Yayasan Mochamad Thohir Giovanna Aanisa Thohir mengatakan At Thohir Vidya Loka merupakan wujud komitmen yayasan dalam mendukung pendidikan berkualitas dan berkelanjutan. Ruang yang namanya berasal dari bahasa Sanskerta itu dirancang sebagai pusat pengetahuan dan ekosistem pembelajaran yang mendorong kolaborasi, kreativitas, inovasi, serta pengembangan kepemimpinan.

Konsep keberlanjutan juga diterapkan melalui desain yang mengintegrasikan empat elemen alam, yakni tanah, air, angin, dan matahari. Konsep tersebut diwujudkan melalui penggunaan tanaman asli, elemen air, sistem ventilasi yang optimal, serta pemanfaatan cahaya alami sehingga menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.

MM FEB UI sendiri merupakan salah satu sekolah bisnis di Indonesia yang telah mengantongi Double Crown Accreditation melalui akreditasi internasional Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) dan Association of MBAs (AMBA). Kehadiran At Thohir Vidya Loka diharapkan semakin memperkuat ekosistem pembelajaran sekaligus melahirkan pemimpin-pemimpin Indonesia yang berintegritas, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.