Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Program pembinaan yang dijalankan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) kembali berbuah nyata. Seorang klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Bakti Kurniawan bin Edi Junaedi, berhasil bangkit menjadi pelaku usaha dengan menghadirkan merek sepatu lokal ARPRIZE yang kini dipasarkan secara daring hingga memiliki sejumlah outlet.
Contoh sepatu lokal merek ARPRIZE hasil karya klien pemasyarakatan Bakti Kurniawan.
Diketahui, Bakti merupakan klien Pembebasan Bersyarat (PB). Ia menjalani pidana selama 1 tahun 10 bulan dan masih berada dalam masa pembimbingan hingga 21 Januari 2027. Di bawah pendampingan Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Madya Nunik Kurniani, Bakti memanfaatkan program pembinaan kemandirian untuk membangun usaha sepatu lokal yang kini berkembang pesat.
Kisah Bakti menjadi bukti bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak berhenti pada proses pendampingan selama menjalani pidana, tetapi berlanjut hingga reintegrasi sosial melalui pembimbingan yang mampu menciptakan kemandirian ekonomi.
Berbekal keterampilan yang diperoleh selama proses pembinaan di Bapas Ciangir, Bakti mengembangkan ARPRIZE dengan desain kasual modern berwarna hitam dan putih yang mengedepankan kenyamanan, material berkualitas, jahitan rapi, bantalan empuk, serta sol yang kuat dan tahan lama.
Baca juga : Pramono SIapkan Lahan Jadi Kawasan Ketahanan Pangan Terintegrasi
Kini, produk tersebut telah dipasarkan melalui berbagai marketplace, seperti TikTok Shop dan Shopee, serta dijual secara langsung melalui sejumlah outlet.
"Saya klien Bapas Ciangir yang dibimbing oleh Ibu Nunik. Saat ini saya memiliki produk sepatu lokal ARPRIZE yang diproduksi sendiri bersama keluarga. Terima kasih kepada Bapas Ciangir dan Ibu Nunik yang telah membimbing saya hingga bisa berkembang seperti sekarang," ujar Bakti dalam video yang dirilis Bapas Ciangir, Rabu (5/8/2026).
Ia berharap masyarakat semakin mencintai produk lokal sekaligus memberikan kesempatan kepada mantan warga binaan untuk membuktikan bahwa mereka mampu berkarya, mandiri, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.
Kepala Bapas Ciangir, Anjar Seto, mengapresiasi perkembangan usaha yang dirintis Bakti. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan tujuan utama pembimbingan kemasyarakatan, yakni mengembalikan klien menjadi pribadi yang produktif dan diterima kembali di tengah masyarakat.
"Saat ini usaha sepatu ARPRIZE berkembang sangat baik. Penjualannya dilakukan secara online maupun langsung di outlet. Kami berharap usaha ini terus berkembang dan semakin sukses," kata Anjar.
Ia berharap keberhasilan Bakti dapat memberikan dampak yang lebih luas dengan membuka peluang kerja bagi klien pemasyarakatan lainnya.
"Harapan kami, Mas Bakti dapat memberikan kesempatan kepada teman-teman klien yang belum memiliki pekerjaan untuk bergabung bersama usahanya. Dengan demikian manfaat pembinaan tidak hanya dirasakan oleh dirinya, tetapi juga oleh klien-klien lainnya," tuturnya.
Saat ini, Bapas Ciangir membimbing 1.287 klien pemasyarakatan, sehingga kisah sukses Bakti diharapkan menjadi inspirasi bagi klien lain untuk bangkit, mandiri, dan membangun masa depan yang lebih baik.
Baca juga : Canda Prabowo ke KDM: Tali Sepatunya Warna Apa Itu?
Keberhasilan ARPRIZE menjadi cerminan nyata arah kebijakan Menteri Imipas Agus Andrianto yang terus mendorong terwujudnya Pemasyarakatan Berdampak. Melalui penguatan pembinaan kemandirian, pemberdayaan ekonomi, dan reintegrasi sosial, Kemenimipas tidak hanya membina warga binaan dan klien pemasyarakatan agar tidak mengulangi tindak pidana, tetapi juga mendorong mereka menjadi pribadi yang produktif, mampu membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya