Dark/Light Mode

Pramono SIapkan Lahan Jadi Kawasan Ketahanan Pangan Terintegrasi

Minggu, 2 Agustus 2026 15:37 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Gubernur Banten Andra Soni meninjau lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026).  (Foto: Berita Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Gubernur Banten Andra Soni meninjau lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026).  (Foto: Berita Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Gubernur Banten Andra Soni meninjau lahan milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Ciangir, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026). 

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan pengembangan kawasan yang akan difokuskan sebagai pusat ketahanan pangan terintegrasi, sekaligus menegaskan bahwa lokasi tersebut tidak akan dijadikan tempat pembuangan sampah alternatif.

Dalam peninjauan tersebut, kedua kepala daerah melihat secara langsung berbagai fasilitas yang telah ada di kawasan Pusat Olahan Organik (POO) Ciangir milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. 

Fasilitas tersebut meliputi pengolahan sampah organik menggunakan maggot, budidaya ikan lele, peternakan ayam dan bebek, hingga peternakan sapi yang akan dikembangkan lebih luas.

Baca juga : Pelaku Usaha Makanan Wajib Kelola Sampah

"Luas lahan secara keseluruhan ada hampir 100 hektare, tetapi yang akan digunakan oleh Dinas Lingkungan Hidup 40 hektare, oleh Dharma Jaya 20 hektare, dan kemudian memang sebagian digunakan sebagai kontribusi Pemerintah DKI Jakarta untuk Kementerian Hukum dan HAM, ada Lapas di sini," kata Pramono di Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026). 

Menurut Pramono, pengembangan aset milik Pemprov DKI Jakarta di Kabupaten Tangerang menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga pasokan pangan bagi masyarakat Jakarta dan Banten. 

Selain itu, ia telah menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), serta Badan Aset untuk memulai pekerjaan yang menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta lebih awal.

"Dan tadi penjelasan dari Direktur Utama Dharma Jaya bahwa tempat ini segera akan dibangun kurang lebih mulai bulan November dengan total investasi hampir 1 triliun," ujarnya. 

Baca juga : Pramono Tindak Tegas Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jakarta

Pramono juga menepis anggapan bahwa kawasan Ciangir akan dijadikan lokasi pengganti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Ia menegaskan, fungsi utama kawasan tersebut adalah mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan peternakan, perikanan, dan pertanian.

"Tempat ini adalah tempat untuk pengembangan ketahanan pangan, apakah itu sapi, apakah itu ikan, apakah itu ayam, dan pertanian yang lebih luas tentunya jagung, padi, dan sebagainya," tutur Pramono. 

Pramono menjelaskan bahwa yang akan dibawa ke lokasi bukanlah sampah, melainkan pupuk hasil pengolahan dari Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang telah beroperasi di Jakarta. 

"Maka dengan demikian penanganan persoalan persampahan tetap dilakukan secara menyeluruh dan tempat ini bukan tempat untuk sampah. Sekali lagi bukan tempat untuk sampah, tetapi tempat untuk ketahanan pangan yang berkaitan dengan sapi dan sebagainya yang tadi sudah saya jelaskan," jelas Pramono. 

Baca juga : Pramono Klaim Warga Setuju Tarif TransJakarta Blok M-Soetta Dipatok Rp 15 Ribu

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi menjelaskan bahwa operasional awal pengolahan organik di kawasan Ciangir akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan proses perizinan lingkungan. 

"Untuk tahap awal karena terkait dengan adanya izin lingkungan, mungkin kita baru akan dimulai di bawah 50 ton dulu per hari. Tapi rencananya mungkin secara bertahap menuju ke 200 ton bilamana anggaran yang ada bisa memenuhi itu. Tapi nanti akhirnya Pak, izin, mungkin sampai 1.000 ton," kata Dudi. 

Di sisi lain, Gubernur Banten Andra Soni menyambut baik rencana pengembangan lahan milik Pemprov DKI Jakarta tersebut. Menurutnya, hubungan antara Jakarta dan Banten selama ini saling membutuhkan sehingga kerja sama lintas daerah menjadi langkah penting. 

"Kami sangat berterima kasih karena memilih lokasi di Provinsi Banten dan kami yakin segala niat baik yang direncanakan oleh Pak Gubernur ini pasti akan bermanfaat bagi kita semua, bagi warga Banten, bagi warga sekitar, dan tentunya bagi Indonesia," kata Andra.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.