Dark/Light Mode

BAZNAS Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Rabu, 7 Oktober 2026 18:03 WIB
BAZNAS memaparkan strategi penguatan digital fundraising dalam penjurian Indonesia Digital Marketing Champions 2026, Senin (5/10/2026).
BAZNAS memaparkan strategi penguatan digital fundraising dalam penjurian Indonesia Digital Marketing Champions 2026, Senin (5/10/2026).

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkuat ekosistem digital fundraising dengan mengintegrasikan kanal digital, data, komunitas, teknologi, dan pengalaman muzaki. Strategi tersebut dipaparkan dalam penjurian Indonesia Digital Marketing Champions 2026 yang diselenggarakan Majalah SWA dan Business Digest.

Dalam ajang tersebut, BAZNAS memaparkan transformasi digital fundraising sebagai bagian dari upaya memperkuat pengelolaan zakat nasional. Sebelumnya, BAZNAS juga meraih predikat Excellent pada Indonesia Digital Marketing Champion 2025 dalam ajang SWA 2025.

Pimpinan Mobilisasi dan Pengumpulan BAZNAS Rizaludin Kurniawan mengatakan, transformasi digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat. Pemanfaatan teknologi tidak hanya bertujuan memberikan kemudahan akses layanan, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat.

“Digitalisasi bukan hanya soal mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga upaya memperkuat tata kelola agar pengelolaan zakat berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel,” kata Rizaludin dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2026).

Baca juga : Jelang Rakornas, BAZNAS Perkuat Tata Kelola 164.736 UPZ

Menurutnya, pengalaman masyarakat saat berinteraksi dengan layanan BAZNAS juga menjadi perhatian dalam pengembangan strategi digital. Karena itu, penyempurnaan sistem dan layanan berbasis teknologi terus dilakukan agar masyarakat mendapatkan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

“Kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam pengelolaan zakat. Karena itu, inovasi digital harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan dan tata kelola yang profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengumpulan Digital BAZNAS Fahrudin mengatakan, strategi digital fundraising dikembangkan untuk menjawab sejumlah tantangan. Di antaranya perjalanan muzaki yang masih tersebar di berbagai kanal digital, kesenjangan antara data dan aksi, tantangan konversi dan retensi, serta keterbatasan jangkauan kanal yang dikelola sendiri.

“Tantangan kami bukan sekadar bagaimana menambah kanal digital, tetapi bagaimana mengubah berbagai kanal tersebut menjadi sebuah ekosistem yang saling terhubung dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi muzaki,” ujar Fahrudin.

Baca juga : MCG Group Salurkan Bantuan Rp 450 Juta Lewat BAZNAS Untuk Korban Gempa NTT

Menurut Fahrudin, strategi tersebut diterapkan melalui empat arah utama, yakni memperluas jangkauan, meningkatkan partisipasi, memperkuat konversi, dan meningkatkan pengalaman muzaki.

Pendekatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperluas jangkauan fundraising, tetapi juga mendorong masyarakat terlibat dalam gerakan fundraising, memanfaatkan data untuk meningkatkan konversi, serta menciptakan pengalaman digital yang lebih terintegrasi.

Dalam penerapannya, BAZNAS mengembangkan multiplatform digital fundraising melalui kanal internal maupun kolaborasi dengan berbagai platform digital. Saat ini, BAZNAS telah bermitra dengan lebih dari 100 aplikasi online untuk menyediakan layanan pembayaran ZIS secara digital.

“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menunaikan ZIS melalui berbagai titik interaksi yang relevan dengan kehidupan digital mereka. Jadi, BAZNAS tidak hanya hadir melalui owned platform, tetapi juga melalui ekosistem mitra dan berbagai platform digital,” jelas Fahrudin.

Baca juga : BAZNAS Dan BI Perkuat Kompetensi Amil Zakat

Fahrudin menegaskan, keberhasilan digital fundraising tidak hanya diukur dari banyaknya masyarakat yang melihat atau berinteraksi dengan konten BAZNAS. Lebih dari itu, komunikasi digital harus mampu membangun kepercayaan sekaligus menjaga hubungan jangka panjang dengan muzaki.

“Yang kami bangun bukan sekadar kanal untuk menerima donasi, tetapi sebuah ekosistem yang memungkinkan lebih banyak orang, platform, dan komunitas untuk bersama-sama menciptakan dampak,” sebutnya.

Menurut Fahrudin, data dan transaksi yang terhimpun dari ekosistem digital tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi hubungan jangka panjang dengan muzaki, meningkatkan pengumpulan ZIS, sekaligus memperluas dampak sosial.

Strategi tersebut sejalan dengan arah transformasi digital BAZNAS yang menempatkan digital fundraising sebagai bagian dari transformasi layanan, dari sekadar transaksi menuju pengalaman dan pendampingan muzaki.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.