Dark/Light Mode

Suarakan Kemerdekaan Palestina

4 Demonstran Panjat Atap Gedung Parlemen Australia

Jumat, 5 Juli 2024 06:20 WIB
Para pengunjuk rasa pro-Palestina menggantungkan spanduk di atap gedung Parlemen Australia di Canberra, Australia, 4 Juli 2024. (Foto: REUTERS/Peter Hobson)
Para pengunjuk rasa pro-Palestina menggantungkan spanduk di atap gedung Parlemen Australia di Canberra, Australia, 4 Juli 2024. (Foto: REUTERS/Peter Hobson)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi demonstran pro-Palestina memanjat atap gedung Parlemen Australia mengejutkan dan membuat sistem keamanan gedung tersebut dipertanyakan.

Atap gedung Parlemen Austra­lia di Canberra dipanjat empat demonstran pro-Palestina, Kamis (4/7/2024). Mereka berpakaian serba hitam berdiri di atap gedung parlemen selama sekitar satu jam, sambil membentangkan spanduk hitam bertuliskan “from the river to the sea, Palestine will be free” (dari sungai hingga samudera, Palestina akan merdeka).

Salah satu pengunjuk rasa yang berorasi menggunakan megafon, menuduh Pemerintah Israel telah melakukan kejahatan perang terhadap warga Palestina.

Baca juga : Hakim Perintahkan Lelang Porsche Dan Lexus Terdakwa

“Kami tidak akan lupa. Kami tidak akan memaafkan dan kami akan terus melawan,” teriak si pengunjuk rasa itu, dilansir Reuters.

Para pengunjuk rasa menge­masi spanduk mereka sebelum dibawa pergi polisi.

“Ini pelanggaran serius terhadap keamanan parlemen,” kicau Juru Bicara Oposisi Urusan Dalam Negeri James Paterson dalam unggahan di akun X pribadinya.

Baca juga : Syifa Hadju, Dijodohkan Dengan Anak Sultan Cikarang

Dia mendesak kepolisian segera melakukan penyelidikan dan meningkatkan penjagaan di kompleks parlemen.

Sejak Israel menyerang Palestina pada 7 Oktober lalu, serangkaian aksi bela Palestina terjadi di Australia, termasuk demonstrasi di kota-kota besar dan pendudukan kampus selama berbulan-bulan.

Australia saat ini tidak mengakui negara Palestina. Namun Mei lalu, Menteri Luar Negeri Penny Wong mengatakan, Aus­tralia bisa mengakui negara Palestina sebelum proses perda­maian formal antara Israel dan otoritas Palestina selesai.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.