Dark/Light Mode

Trump Gaet Senator Milenial Jadi Cawapres

Rabu, 17 Juli 2024 06:20 WIB
Capres dari Partai Republik Donald Trump (kiri) dan pasangannya James David Vance di Konvensi Nasional Partai Republik di Fiserv Forum di Milwaukee, Wisconsin, AS, Senin (15/7/2024). Foto: AP NEWS
Capres dari Partai Republik Donald Trump (kiri) dan pasangannya James David Vance di Konvensi Nasional Partai Republik di Fiserv Forum di Milwaukee, Wisconsin, AS, Senin (15/7/2024). Foto: AP NEWS

RM.id  Rakyat Merdeka - Donald Trump bikin kejutan. Calon presiden (capres) dari Partai Republik itu, menunjukan politisi milenial sebagai pasangannya dalam Pemilu Presiden (Pilpres) AS. Namanya James David (JD) Vance, Senator dari negara bagian Ohio. James dinilai bisa menyaingi kamala harris, Cawapres Joe Biden dari Partai Demokrat.

Pengumuman tersebut dilakukan di hari pertama Konvensi Nasional Partai Republik di Milwaukee, Wisconsin, Senin (15/7/2024).

Dengan telinga kanan yang masih diperban akibat tertembak pasca upaya pembunuhan di Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024), Trump terlihat tersenyum lebarsaat memperkenalkan cawapresnya kepada publik.

Dalam konvensi tersebut, Trump menerima banyak dukungan suara dan resmi menjadi capres dari Partai Republik. Sementara itu, nominasi cawapres dilakukan dengan cara aklamasi untuk menghindari pemungutan suara yang memakan waktu lama. Tradisi ini telah diikuti kedua partai sejak 1988.

Baca juga : Terima Vonis Hakim Terhadap Ayahnya, Anak SYL Minta Maaf

Vance bukan orang asing bagi Trump. Pria yang baru berusia 39 tahun ini adalah sosok yang pernah mencaci maki Trump pada 2016. Dia seorang kritikus vokal terhadap Trump.

Vance dulu pernah mengejek Trump sebagai “Hitler-nya Amerika” dan “kesalahan fatal negara”. Namun, Vance kemudian didukung Trump saat dia mencalonkan diri menjadi Senator pada 2022 dan akhirnya menang.

Vance meminta maaf atas pernyataan sebelumnya dan berhasil memperbaiki hubungan serta mendapatkan dukungan Trump. Dalam prosesnya, Vance telah menjadi pemain penting di dunia politik Make America Great Again dan hampir sepenuhnya mengikuti agenda Trump. Presiden ke-45 AS itu merasa, Vance adalah sosok yang tepat untuk mendampinginya.

“Kalau saya menghindari orang-orang yang membenci saya, tidak ada yang bisa saya percaya sebagai rekan dalam tugas ini,” ujar Trump saat ditanya alasannya memilih Vance, dikutipWashingtonPost, Selasa (16/7/2024).

Baca juga : Gugat Cerai,Suami Istighfar

Pengusaha minyak yang juga donatur Trump, Eberhart melihat Vance sebagai bentuk kepercayaan diri Trump dalam melawan Presiden Joe Biden.

“Pilihan ini menunjukkan bahwa Trump tidak merasa perlu wakil presidennya untuk mewakili kelompok demografi atau negara bagian tertentu,” ujar Eberhart dikutip AP, Senin (15/7/2024).

“Dia yakin telah memenangkan banyak suara dalam pemilihan ini,” tambahnya.

Dalam memilih Vance, Trump mengabaikan calon lain. Di antaranya Senator AS, Marco Rubio dan Tim Scott serta Gubernur North Dakota, Doug Burgum.

Baca juga : Revisi UU TNI, DPR Tolak Ide Prajurit Boleh Berbisnis

Di usia 39 tahun, Vance dianggap mewakili kaum generasi muda dalam pemilihan umum. Karena Trump sudah berusia 78 tahun dan Biden berusia 81 tahun. Penunjukan Vance sebagai penyeimbang bagi pasangan Demokrat, yakni Wakil Presiden Kamala Harris, berusia 59 tahun.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.