Dark/Light Mode

Investor China Minat Kembangkan Sektor Teknologi Indonesia 

Selasa, 23 Juli 2024 20:50 WIB
Indonesia-China Business Roundtable. (Foto: Ist)
Indonesia-China Business Roundtable. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan China miliki peluang besar tingkatkan kemitraan di bidang teknologi tinggi.

Berbagai peluang ini dibahas pada Business Roundtable yang diselenggarakan oleh Direktorat Asia Timur, Ditjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu bekerja sama dengan KBRI Beijing di Jakarta pada 22 Juli 2024.

Kegiatan ini diikuti oleh 26 perusahaan ternama asal China di bidang teknologi, AI, teknologi transportasi, kesehatan, dan venture capital yang berminat kembangkan usahanya di Indonesia. Business Roundtable ditujukan untuk mempromosikan peluang usaha berikut regulasinya serta memfasilitasi minat investasi kalangan usaha China di sektor teknologi di Indonesia.

Baca juga : Begini Cara APP Group Perkuat Pendidikan Di Indonesia

Business Roundtable dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kemlu RI, Cecep Herawan, yang juga bertindak sebagai pembicara kunci. Acara juga menghadirkan narasumber Deputi bidang Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rakhmat Kaimuddin; Direktur Promosi Investasi Asia Timur, Selatan, Timteng dan Afrika Kementerian Investasi/BKPM, Cahyo Purnomo; dan Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan Kemenkes, Bonanza P. Taihitu.

Dalam sambutannya, Sekjen Cecep Herawan mengatakan, Indonesia berkomitmen meningkatkan pemanfaatan teknologi dalam pembangunan nasional, dan China adalah mitra strategis yang juga merupakan salah satu pusat pengembangan teknologi dunia.

“Dengan besarnya potensi ekonomi yang dimiliki dan komitmen kuat pemerintah untuk meningkatkan kualitas iklim usaha, Indonesia semakin menjadi pilihan yang tepat bagi investor asing, termasuk Tiongkok, untuk bekerja sama dan berinvestasi, termasuk sektor teknologi,” ujar Sekjen Cecep.

Baca juga : Ekonom Minta Pemerintah Waspada Kemunduran Sektor Industri Di ASEAN

Sementara itu, Dubes RI Untuk China, Djauhari Oratmangun optimis, potensi kerja sama konkret kedua negara, khususnya kerja sama bidang ekonomi, perdagangan dan investasi. Menurut dia, selama 10 tahun terakhir, kerja sama ekonomi, khususnya perdagangan dan investasi kedua negara tumbuh pesat, dengan perdagangan menurut data Bea Cukai China mencapai 138 miliar dolar AS di 2023.

“Sementara investasi 2023 mencapai 7,4 miliar dolar AS,” ujar Dubes Djauhari.

Dalam kesempatan itu, Deputi bidang Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves, Rakhmat Kaimuddin menawarkan, berbagai peluang menjanjikan bagi kalangan usaha China untuk berinvestasi dan mendukung program hilirisasi industri dan transisi energi di Indonesia. Termasuk percepatan pembangunan ekosistem kendaraan listrik dimana Indonesia menawarkan berbagai insentif yang menarik.

Baca juga : Pertamina NRE Kembangkan Energi Terbarukan Di Bangladesh

Sedangkan, Kepala Pusat Kebijakan Kesehatan Global dan Teknologi Kesehatan Kemenkes, Bonanza P. Taihitu menekankan, pentingnya penguatan kerja sama teknologi dengan China untuk turut mendukung implementasi pilar-pilar kebijakan kesehatan di Indonesia seperti di sektor teknologi alat kesehatan, pengembangan industri farmasi, bioteknologi dan AI.

Terkait regulasi, Direktur Promosi Investasi Asia Timur, Selatan, Timteng dan Afrika Kementerian Investasi/BKPM, Cahyo Purnomo menjelaskan, berbagai kebijakan fiskal dan insentif yang ditawarkan bagi investor asing seperti tax holiday, tax allowance, super deduction dan import allowance. Indonesia juga menjadi tujuan investasi prospektif dengan meningkatnya daya saing Indonesia secara global dari peringkat 34 ke 27 berdasar IMD World Competitiveness.

Usai Business Roundtable, kalangan usaha China melanjutkan kegiatan business match-making di Wisma KADIN. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh KADIN dan KADIN Indonesia Komite China bekerja sama dengan KBRI Beijing dan Dit. Asia Timur Kemlu RI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.