Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kolaborasi Kemenkop UKM dan YDBA Komit Kembangkan UMKM Berbasis Teknologi & Inovasi
Kamis, 11 Juli 2024 20:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) bersama Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA), berkomitmen membantu mengembangkan produk UMKM berbasis teknologi dan inovasi.
Disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (Seskemenkop UKM) Arif Rahman Hakim, pembinaan yang sudah dilakukan YDBA terhadap pelaku UMKM sudah sangat bagus, bisa menjadi contoh dan dapat direplikasi di tempat lain salah satunya di Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UMKM (PLUT-KUMKM).
“Saat ini potensi belanja pemerintah dan BUMN terhadap produk UMKM cukup besar. Kebijakan afirmatif pemerintah mewajibkan belanja barang/jasa pemerintah terhadap UMKM mencapai 40 persen,” ujarnya dalam di Jakarta, Kamis (11/7/2024).
Alokasi belanja pemerintah sebesar tersebut merupakan peluang pasar yang besar untuk dapat dimanfaatkan oleh UMKM.
Baca juga : Perlu Kolaborasi Ibu dan Ayah untuk Tumbuhkan Minat Baca Anak
Untuk itu diperlukan strategi pembinaan yg tepat kepada para pelaku UMKM agar mampu menciptakan produk sesuai dengan yangg dibutuhkan oleh pasar pemerintah dengan harga yang bersaing.
Terlebih menurut Arif, dengan ketersediaan bahan baku, SDM (Sumber Daya Manusia) terdidik, ketersediaan lembaga pembiayaan dan dukungan Pemerintah, Indonesia berpotensi dapat menciptakan produk buatan dalam negeri untuk menggantikan produk impor yang saat ini masih digunakan pemerintah/BUMN.
"Ini yang perlu kita dampingi agar UMKM bisa berkembang menciptakan produk berbasis teknologi dan inovasi. Melalukan hilirisasi, mengolah hasil kekayaan alam menjadi barang jadi," ucapnya.
Untuk itu melalui PLUT-KUMKM, diharapkan YDBA dapat bersinergi membantu membina pelaku UMKM yang ada di daerah.
Baca juga : Kolaborasi Jamkrindo Dan ADFIM Gelar Diskusi Penjaminan Bagi Asosiasi Keuangan Malaysia
Menurutnya, jumlah PLUT-KUMKM saat ini sudah cukup banyak dan tersebar di berbagai daerah di seluruh Indonesia, tapi untuk pendampingan perlu bersinergi dengan YDBA.
“Harapannya, teman-teman kita para pendamping dapat belajar dengan YDBA," imbaunya.
Dengan begitu UMKM diharapkan bisa naik kelas, mampu memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, Ketua Pengurus YDBA Rahmat Samulo menurutkan, program pembinaan UMKM yang dilakukan Astra melalui YDBA memiliki pendekatan yang end to end.
Baca juga : Gandeng Aspekpir, BPDPKS Kembangkan Bisnis Kerajinan Berbasis Lidi Sawit
YDBA memiliki ekosistem pembinaan UMKM yang programnya bukan hanya pelatihan, tetapi juga pendampingan.
“Kami mendirikan cabang di berbagai daerah atau dikenal Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) dengan tujuan agar kami bisa lebih dekat dengan UMKM,” jelas Rahmat.
Ia memastikan, YDBA membuka diri untuk berkolaborasi bersama Kemenkop UKM sebagai agen dalam pembinaan UMKM agar bisa mendukung pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya