Dark/Light Mode

Rayakan HUT Tentara Pembebasan Rakyat

China Jadi Juru Damai Dunia

Rabu, 31 Juli 2024 06:20 WIB
(Dari kiri) Atase Pertahanan China di Indonesia Kolonel Xu Sheng, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Irvansyah, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar China di Indonesia Zhou Kan, Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI Jonni Mahroza dan Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letjen Anton Nugroho, memotong kue bersama dalam acara peringatan berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat China ke-97, di Jakarta, Senin (29/7/2024). Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.
(Dari kiri) Atase Pertahanan China di Indonesia Kolonel Xu Sheng, Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Irvansyah, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar China di Indonesia Zhou Kan, Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI Jonni Mahroza dan Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letjen Anton Nugroho, memotong kue bersama dalam acara peringatan berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat China ke-97, di Jakarta, Senin (29/7/2024). Foto: KHAIRIZAL ANWAR/RAKYAT MERDEKA/RM.

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah kegaduhan konflik di beberapa negara, China muncul sebagai juru damai. Menurut Atase Pertahanan Kedutaan Besar China di Jakarta, Kolonel Senior Xu Shen, Negeri Tirai Bambu tidak punya ambisi menjajah.

Hal ini disampaikan Xu Shen di perayaan 97 tahun berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) di Ritz Carlton Ho­tel, Jakarta, Senin (29/7/2024).

“Kecintaan kami atas per­damaian didasari pengalaman buruk di masa lalu. Kami tidak ingin melihat ada negara yang terjajah dan diambil kedaulatan­nya,” tegas Xu.

Baca juga : Kejagung Sedang Telisik Kasus Importasi Gula

Di hadapan para tamu, Xu menyampaikan bahwa PLA akan mewujudkan impian Presiden China Xi Jinping.

“Presiden Xi memiliki impian memodernisasi kekuatan militer China untuk mendukung perda­maian dunia,” ungkapnya.

Xu menegaskan, China senan­tiasa berpegang teguh untuk tidak mendominasi dunia, tidak memperluas wilayah dan tidak mengejar lingkup pengaruh ke negara manapun. China pun berharap semua negara juga bisa memiliki pola pikir yang sama.

Baca juga : Galau, El & Syifa Jadian

“Keamanan suatu negara tidak bisa dibangun di atas ketidaksta­bilan dan ketidakamanan dari negara lain,” imbuhnya.

Saat ini China merupakan negara anggota tetap Dewan Ke­amanan (DK) Perserikatan Bang­sa-Bangsa (PBB) yang mengirim personel dan pasukan penjaga perdamaian terbanyak, sekaligus kontibutor terbesar kedua dana pemeliharaan perdamaian di PBB.

Dari Lebanon di Timur Tengah hingga Sudan Selatan di benua Afrika, pasukan militer China berupaya memastikan keteraturan dan perdamaian di negara penugasan mereka.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.